Connect with us

Sport Lain

Wabah Virus Korona Jadi Hambatan Berat Untuk Olah Raga

Tokyo Marathon 2020

Berita Olahraga Dunia – Wabah virus Korona jelas menjadi hambatan besar dalam dunia olahraga. Sudah banyak event olahraga yang akhirnya tidak jadi dilaksanakan karena peningkatan virus mematikan tersebut. Salah satunya adalah Tokyo Marathon 2020 yang awalnya akan dilaksanakan awal Maret nanti dan kini dipastikan hanya akan diikuti pelari elite. Padahal salah satu world marathon major ini menjadi ajang pembuktian para pelari dunia khususnya di Asia.

Kurang dari 38.000 pelari dunia dan pemula sepertinya harus menahan kecewa karena pihak panitia sudah membuat keputusan untuk tidak ikut serta dalam kejuaraan tahunan ini. Pihak pemerintah Jepang sudah melakukan langkah preventif dalam peningkatan wabah virus Korona tersebut dengan membatasi peserta yang hanya melibatkan pelari elite dan atlet kursi roda elite.

Hal ini membuat Tokyo Marathon 2020 hanya menampilkan persaingan dari 176 pelari elite dan 30 atlet kursi roda saja. Tidak hanya bertujuan meraih gelar juara, namun ini menjadi ajang terakhir untuk tim maraton putra yang ingin mendapatkan tempat di Olimpiade Tokyo 2020 di bulan Juli yang akan datang.

“Tokyo Marathon 2020 sudah bersiap dengan penyelenggaraan kejuaraan dengan membatasi para pesertanya demi menjaga keamanan dan kesehatan pada atlet. Hal ini berkenaan dengan kasus peningkatan virus Korona yang sudah terkena di Tokyo. Dengan ini kami tidak akan melaksanakan event olahraga ini sesuai rencana awal,” tulis pihak panitia Tokyo Marathon Foundation di situs resminya.

Tokyo Marathon 2020

Sama dengan tahun lalu, Tokyo Marathon jika sesuai rencana akan dilaksanakan dengan start di Gedung Pemerintah Kota Metropolitan Tokyo di Shinjuku dan selesai di Stasiun Tokyo.

Di bulan Januari lalu, panitia lomba marathon ini sempat mendirikan panel profesional dalam melihat perkembangan penyebaran virus mematikan tersebut dan apa langkah pencegahan yang dapat mereka lakukan. Sebelumnya mereka akan menyediakan tisu antibakteri dan masker pada para peserta. Selain itu, panitia juga meminta supaya pelari dari China tidak ikut serta di musim ini dan dialihkan di tahun mendatang. Pembatasan jumlah pelari dinilai menjadi keputusan tepat sebelum virus dinyatakan sudah menyebar di Tokyo.

Race Director Tokyo Marathon 2020 yakni Tadaaki Hayano mengungkapkan jika pelari yang ikut di tahun ini sudah otomatis memenuhi syarat untuk tampil kembali di tahun 2021 mendatang. Namun, pelari harus menyiapkan banyak dana untuk proses pendaftaran karena panitia penyelenggara tidak menyiapkan kebijakan refund.

 

peningkatan virus korona

Gubernur Tokyo yakni Yuriko Koike ikut berkomentar mengenai pembatasan jumlah pelari kategori umum yang gagal ikut tahun ini. Namun, dia yakin bahwa ini menjadi langkah aman yang diberlakukan demi menjaga keselamatan para atlet dan pihak terkait di Jepang nanti.

“Untuk semua pelari umum, kami sangat meminta maaf karena tidak mengikutsertakan semua pelari di Marathon kali ini. Namun, pembatasan ini dapat melindungi keselamatan dan kesehatan publik,” ujarnya.

Keputusan pembatasan peserta lari Tokyo Marathon tersebut jelas mempengaruhi keyakinan para masyarakat terhadap pelaksanaan Olimpiade 2020 yang tinggal lima bulan lagi. Apalagi, pesta olahraga terbesar di dunia ini akan melibatkan puluhan ribu atlet dan penonton di dunia.

Namun, pihak panitia Olimpiade Tokyo 2020

 

belum dapat memastikan apakah akan tetap melaksanakan ajang olahraga empat tahunan itu atau membatalkannya.

Grand Prix china Formula 1

Perhelatan Tokyo Marathon 2020 ini menjadi satu dari sekian ajang olahraga yang merasakan dampak dari wabah virus korona yang pertama kali berkembang di Wuhan pada akhir tahun lalu. Sebelumnya, kejuaraan atletik indoor di Nanjing juga tidak dilaksanakan. Demikian juga Grand Prix Formula 1 di Shanghai yang akan ditunda pelaksanaannya.

Kompetisi lain yang juga merasakan dampaknya yakni turnamen rugby internasional di Hong Kong serta Singapore Yacht Show. Pihak China juga banyak membatalkan mengirim wakilnya dalam banyak kejuaraan olahraga dunia, seperti Badminton Asia Team Championship.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Sport Lain