Connect with us

Sport Lain

Turnamen Polo Air Olimpiade Tokyo 2020 Terhalang Virus Korona

Olimpiade 2020 di tokyo

Olimpiade 2020 – Babak kualifikasi cabang olahraga polo air dalam perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 resmi batal dilaksanakan karena virus Korona. Pihak Federasi Renang Internasional sudah menentukan cara lain dalam melihat poin atlet nantinya di Olimpiade.

Minggu (16/2/2020) waktu setempat, kualifikasi polo air jelang Olimpiade Tokyo 2020 diberitakan tidak akan dilaksanakan sampai Maret mendatang. Ancaman virus Korona membuat ajang kualifikasi cabang olahraga ini tidak dilaksanakan.

Tidak adanya babak kualifikasi, pastinya akan sulit menentukan siapa yang atlet yang berlaga di Olimpiade nanti. Untuk itu, pihak FINA akan mengakalinya dengan melihat poin dari hasil Asian Games 2018 Jakarta tahun lalu dan mempertimbangkan siapa yang akan melaju ke turnamen olahraga empat tahunan ini. Selain itu, akan ada turnamen Polo Air Asia yang dihelat di Kazakhstan pada minggu ini, yang menjadi penentu pada babak kualifikasi bagi atlet pria dan wanita.

Polo Air Olimpiade Tokyo 2020

Seperti yang diketahui sebelumnya, Cina, Iran, Kazakhstan, serta Korea Selatan akan ikut serta dalam laga tim putra. Untuk Cina, Jepang, Kazakhstan, serta Korea Utara, juga Singapura, serta Uzbekistan akan menjadi peserta pada tim wanita.

Formula 1 GP China Juga Batal Dilaksanakan

Di turnamen olahraga lainnya, Grand Prix sudah mengambil keputusan untuk membatalkan perhelatan Formula 1 karena wabah virus Korona. Walau nantinya tidak akan dilaksanakan pada tanggal 19 April mendatang, bukan berarti turnamen balapan ini tidak dilaksanakan. Pihak panitia dengan otoritas balap F1 tengah membicarakan jadwal Formula 1 GP China 2020 yang baru.

Melalui pernyataan resmi pihak F1, Promotor GP China, yakni Juss Sports Grup sudah menentukan keputusan untuk menunda balapan tersebut setelah melakukan diskusi dengan federasi otomotif China serta Shanghai Administration of Sports. Dengan banyak pertimbangan, khususnya masalah kesehatan para pembalap dunia, tim, serta penonton, maka diputuskan tidak akan dilaksanakan pada April nanti.

GP China sejatinya akan dihelat di Sirkuit Internasional Shanghai. Namun, keselamatan menjadi hal yang penting mengingat sirkuit tersebut hanya berjarak 500 mil dari kota Wuhan.

Para petinggi Formula 1 akan membuat perubahan lokasi dalam dua hari mendatang. Padahal, GP China menjadi salah satu lintasan terbaik dalam turnamen balapan dunia ini. Musim lalu, pembalap dunia dari tim Mercedes yakni Lewis Hamilton meraih gelar juara melampaui Valterri Bottas dan Sebastian Vettel.

“GP China menjadi turnamen yang penting dari bagian dari Formula 1. Kami juga sangat rindu dengan semangat para penonton yang begitu luar biasa.” Tulis pihak F1.

Keputusan itu memang membuat pihak Mercedes rugi. Pasalnya, pemimpin Mercedes yakni Toto Wolff sebelumnya tidak ingin jadwal Formula 1 GP China diubah. Wolff berharap masalah Korona dapat segera diatasi karena perubahan jadwal Formula 1 GP China 2020 ini akan mempengaruhi event olahraga lainnya.

Wabah virus Korona memang sudah mempengaruhi agenda olahraga dunia. Sudah banyak even olahraga yang akhirnya tidak dilaksanakan atau ditunda demi menjaga kesehatan para atlet dan tim panitia yang mempersiapkan event olahraga tersebut. GP China 2020 menjadi salah satu event olahraga balap mobil terbesar di dunia yang menjadi ‘korban’ peningkatan wabah virus Korona. Karena virus ini juga, pelaksanakan tes Olimpiade di Beijing juga tidak akan dilaksanakan di tahun ini.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Sport Lain