Connect with us

Sport Lain

Tiger Woods dan Marcus Rashford Kecam Rasisme Atas George Floyd

Tiger Woods

Berita Olahraga – Tidak hanya publik figure yang ikut menyuarakan kasus rasisme yang terjadi di Amerika Serikat belakangan ini, pegolf dunia, Tiger Woods serta pesepakbola dunia, Marcus Rashford juga ikut mengecam kebrutalan polisi AS yang menyebabkan kematian George Floyd. Atlet dunia juga ikut menyuarakan ketidakadilan yang terjadi pada warga negaranya itu.

Lewat akun Twitternya, Woods menuliskan bagaimana ia selalu menghargai pihak kepolisian. Namun kejadiaan naas pada George Floyd, pria Afrika-Amerika berumur 46 tahun yang harus meregang nyawa ketika polisi menahannya, jelas membuatnya sangat kecewa dan murka.

“Hati saya pada George Floyd, keluarganya dan semua yang terluka karena kejadiaan ini. Saya begitu menghormati penegak hukum di negara ini. Mereka menjalani latihan yang tekun untuk bijak menggunakan kekuatannya. Tragedi tersebut sudah lewat batas. Saya mengingat yang terjadi di LA dan menjadikannya sebagai sebuah pembelajaran,” tulisnya.

“Kita bisa mendapatkan hal baik tanpa membakar lingkungan kita. Saya harap lewat percakapan yang konstruktif dan jujur, kita bisa menjadi masyarakat yang lebih aman dan bersatu dalam segala hal.” Tulisnya lagi.

demo untuk George Floyd

Pegolf dunia berumur 44 tahun tersebut merupakan atlet dunia yang besar di Anaheim California Selatan. Ia masih mengingat kerusuhan pada tahun 1992 saat berumur 16 tahun. Masalah tersebut menjadi reaksi karena pembebasan petugas polisi yang menyerang Rodney King.

Pembunuhan pada Floyd yang videonya terekam dan tersebar di media sosial dengan terdakwa Derek Chauvin menekuk lehernya dengan lutunya lebih dari delapan menit, membuat banyak waktu melakukan aksi protes dan beberapa kota terdampak pada aksi penjarahan, pembakaran dan perusakan properti.

Di sisi lain, pemain Manchester United, yakni Marcus Rashford ikut berkomentar. Dia merasa prihatin dengan kerusuhan yang terjadi karena kematian George Floyd. Rashford menilai jika masyarakat saat ini sangat mudah dipengaruhi.

Floyd harus meninggal setelah tindakan polisi berkulit putih yang menekan lehernya dengan lutut. Floyd bahkan terdengar mengatakan ‘saya tidak bisa bernapas’ berkali-kali sebelum kemudian pingsan dan meninggal.

Rashford sendiri sering ikut dalam kampanye anti-rasisme, begitu marah dengan kejadiaan tersebut. Ia juga sangat resah dengan kerusuhan yang terjadi karena rasisme di AS. Dia menilai jik amasyarakat dunia kini sangat mudah di pengaruhi.

Marcus Rashford

“Saya pernah meminta untuk banyak orang berkumpul, bekerja sama, dan bersatu. Namun, saat ini kami lebih mudah dipecah belah dari sebelumnya dan itu sangat sulit kali ini,” ucap Rashford.

Pemain muda 22 tahun dari Inggris tersebut juga mengutuk semua diskriminasi yang terjadi di masa ini. Rashford mengatakan jika Tuhan menciptakan manusia dengan beragam jenis bukan untuk saling membenci namun saling melengkapi.

“Hitam itu warna yang penting. Budayanya juga penting. Komunitas dengan kulit hitam sama pentingnya dengan kulit putih. Kami semua penting.” Ucap Rashford.

Sampai saat ini, dukungan pada dunia anti-rasisme semakin berkembang dan berdatangan dari pada pesepakbola dan atlet dunia lainnya. Rekan Rashford yang lain yakni Jadon Sancho juga ikut memberi dukungan dengan mendedikasikan golnya dengan Borussia Dortmund untuk George Floyd.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Sport Lain