Connect with us

Sport Lain

London Menjadi Kota Alternatif Olimpiade 2020 Mendatang

jepang jadi tuan rumah Olimpiade 2020

Olimpiade 2020 – Inggris mengaku siap menggantikan Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 mendatang. Hal ini dikarenakan meningkatkan wabah virus corona yang saat ini sudah tersebar di banyak negara, termasuk di Jepang.

Jepang sebelumnya terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2020. Sempat mengumumkan akan tetap mempersiapkan segala sesuatu demi pelaksanaan olahraga paling akbar di dunia tersebut, namun kini semua berubah setelah Jepang masuk dalam daftar negara positif virus corona yang dapat memberikan dampak besar pada penyebaran virus tersebut.

“Untuk pencegahan, London akan menjadi negara yang siap menjadi lokasi perhelatan Olimpiade 2020 mendatang saat virus tersebut menyerang Tokyo,” ucap salah satu anggota dewan di kota Inggris yakni Shaun Bailey.

persiapan Olimpiade 2020

Sebelumnya, dua penumpang kapal pesiar dari Diamond Princiess yang ada di pelabuhan Yokohama, disebutkan meninggal dunia. Ada sekitar 621 orang di kapal pesiar itu yang mendapatkan virus Covid-19 tersebut. Peristiwa tersebut menjadikan kapal pesiar itu sebagai klaster epidemi paling besar di luar Wuhan.

Di China sendiri, catatan korban yang meninggal sudah sampai 2.118 orang dan sekitar 75.000 orang yang menjadi pasien terinfeksi virus tersebut. Para pejabat di negeri tirai bambu menyebutkan sudah ada 16.155 pasien yang sembuh dari virus Covid-19.

Wabah virus corona memang memberikan dampak besar di negara di Asia, banyak turnamen olahraga yang terganggu dengan perkembangan virus tersebut, di antaranya seperti Olimpiade. Walau begitu, panitia Olimpiade Tokyo 2020 sudah menyusun persiapan dan berkoordinasi dengan otoritas kesehatan publik demi mencegah dan membatasi epidemi virus tersebut. Komite Olimpiade Internasional sudah mendapatkan pernyataan dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO jika belum ada rencana membatalkan atau menunda pelaksanaan Olimpiade.

Kota London sebelumnya pernah menjadi tuan rumah Olimpiade 2012 yang lalu, Bailey yakin jika ibu kota Inggris tersebut dapat menggantikan Tokyo jika nanti kota tersebut tidak dapat dijadikan lokasi perhelatan olahraga tersebut. “Kita punya infrastruktur dan sudah pernah menjadi tuan rumah. Karena peningkatan virus ini, dunia dapat menggunakan London sebagai lokasi Olimpiade,” ujarnya.

Shaun Bailey

Di sisi lain, pakar virus Jepang yakni Hitoshi Oshitani mengatakan jika Olimpiade Tokyo 2020 lebih baik tidak dilaksanakan di negaranya karena akan ada penyebaran virus yang sangat cepat dari Wuhan. “Kita haruss menemukan cara yang tepat terkait Olimpiade tahun ini agar berjalan dengan maan,” ujar Oshitani. Oshitani juga mengakui jika Jepang belum memiliki strategi yang pas melawan virus tersebut dan pelaksanaan acara ini akan segera dilaksanakan.

Oshitani yang pernah menjabat sebagai penasihat WHO ketika perkembangan wabah SARS puluhan tahun lalu, memaparkan jika kondisi Jepang belum dapat dikatakan aman. Menurutnya virus tersebut bisa saja lebih besar pada Juli mendatang.

Di lain tempat, profesor Kentaro Iwata, spesialis penyakit menular yang bekerja di Rumah Sakit Universitas Kobe, mengatakan jika kinerja pemerintah dalam karantina dan tes di Jepang belum berlangsung aman sehingga belum tentu penumpang yang dikarantina tidak terkena virus tersebut. “Saya tidak menduga, jika pemerintah akan mencampur zona merah, dengan zona hijau yang merupakan zona aman,” ucapnya berkaitan dengan evakuasi kapal pesiar yang saat ini ada di pelabuhan Yokohama, Jepang.

Komite Panitia Olimpiade Tokyo 2020 Masih Waspada

Petinggi Komite panitia Olimpiade Tokyo 2020 mendatang, yakni Toshiro Muto mengaku masih waspada dalam persiapan turnamen olahraga empat tahunan tersebut. Alasannya adalah peningkatan virus korona masih sangat sulit dikendalikan.

Penyebaran virus tersebut memang sudah mempengaruhi banyak acara dan turnamen besar termasuk persiapan Olimpiade di tahun ini. Ajang ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2020 mendatang namun belum diketahui apakah akan dipindahkan atau tetap dilaksanakan.

Tidak hanya tim panitia yang merasa khawatir. Muto beserta tim Olimpiade juga mengaku khawatir jika penyebaran virus korona kian cepat dan merusak turnamen Olimpiade tahun ini. Ia sangat berharap jika masalah virus ini dapat segera diselesaikan dengan adanya kerjasama antara negara dalam memerangi masalah ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang yakni Shinzo Abe berjanji akan mengusahakan yang terbaik sehingga perhelatan turnamen olahraga paling akbar di dunia tersebut dapat tetap dilaksanakan di Jepang tanpa takut terkena dampak virus ini.

Vaksin menjadi salah satu cara yang dipersiapkan walau kemungkinan cara ini tidak begitu efektif dilakukan jelang perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Beberapa praktisi kesehatan diharapkan dapat turut bekerja sama dalam melindungi Jepang dari penyebaran virus korona tersebut.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Sport Lain