Connect with us

Sport Lain

Kuasai Teknik Jiu-Jitsu, Ini Tiga Petarung MMA yang Paling Ditakuti di UFC

Demian Maia

MMA – Pertarungan MMA atau Mixed Martial Arts mungkin hampir sama dengan tinju di atas ring, namun masih banyak perbedaaan yang ditampilkan dalam dua cabang olahraga ini. Biasanya, petarung MMA mempunyai kemampuan yang lebih variatif dari tinju, diantaranya dominasi pada beberapa disiplin seni bela diri, salah satunya Brasilian Jiu-Jitsu.

BJJ adalah seni bela diri yang berfokus pada pertarungan bawah atau ground fighting yang bermula di Brasil. Bela diri ini juga merupakan pengembangan dari Kodokan Judo dari Mitsuyo Maeda dengan Keluarga Gracie.

Teknik dalam bela diri pada BJJ berfokus dalam pertarungan di lantai, bantingan, kuncian, serta mencekik. Jurus tersebut dinilai begitu mematikan karena dapat membuat lawannya kesulitan tanpa harus memukul atau menendang lawan.

Biasanya teknik bela diri yang satu ini dipelajari oleh pihak militer. Akan tetapi, saat ini banyak petarung MMA yang sudah menerapkan seni bela diri tersebut pada cabang olahraga yang satu ini. Nah, berikut merupakan tiga petarung Jiu-Jitsu MMA terbaik di UFC :

Nate Diaz

Petarung MMA

Nate Diaz adalah atlet dari Amerika Serikat yang mempunyai sabuk coklat bela diri ini. Walau belum resmi mendapat sabuk hitam, tapi jangan remehkan kemampuannya. Saudara kandung Nick Diaz ini mempunyai catatan yang mengerikan yakni 20-12-0, dengan 11 kemenangannya dia dapatkan dari submission, dengan mamakai teknik kuncian yang sulit dikendalikan lawan, seperti armbar atau rear-naked choke.

Selain hebat dalam menerapkan BJJ pada tiap pertarungannya, ia juga sering tampil dengan teknik tinju yang menjadi bakat hebatnya. Akan tetapi, Nate sering mendapat hukuman lantaran dia sering melakukan tindakan yang dilarang di atas ring, wajar dia dikenal sebagai salah satu petarung kontroversional di UFC.

Demian Maia

Demian Maia

Selanjutnya adalah Demian Maia. Maia adalah petarung Jiu-Jitsu MMA terbaik di UFC yang lahir di Brasil. Dia kerap tampil pada kelas menegah UFC. Memegang sabuk hitam BJJ pada tingkat empat, dia menjadi petarung yang ditakuti karena kemampuannya yang sulit ditebak lawan.

Maia sudah mencatatkan beragam prestasi, seperti meraih gelar juara Abu Dhabi Combat Club pada kompetisi Submission Wrestling di tahun 2007 silam, pada divisi 77-87 kg. Dia juga pernah meraih runner up di tahun 2005 pada kompetisi yang sama.

Kini, dia mencatatkan rekor kemenangan 28-10-0, dengan 14 kemenangannya, dia dapatkan melalui Submission karena teknik BJJ yang dia mainkan. Walau belum pernah mendapatkan gelar juara di pertarungan UFC, akan tetapi Demian Maia masuk dalam daftar salah satu atlet paling berpengaruh di UFC pada musim ini.

Urijah Faber

Urijah Faber

Petarung Jiu-Jitsu MMA terbaik di UFC selanjutnya adalah Urijah Faber. Faber sendiri adalah mantan juara kelas bulu WEC dan kini masuk dalam daftar petarung di kelas bantamweight. Sama dengan Nate Diaz, ia mendapatkan sabuk coklat BJJ namun dengan keterampilan di atas rata-rata.

Selama musim ini, Faber mencatatkan rekor kemenangan 35-11-0, dengan catatan 20 kemenangan dari keputusan TKO dan submission dan menjadi petarung yang terkenal dengan khas kuncian BJJ-nya yang mematikan di atas ring. Wajar saja dia menjadi pertarungan MMA yang ditakuti.

 

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Sport Lain