Connect with us

Sport Lain

Kisah Dillian Whyte, Bahu Cedera dan Karier Hampir Usai

Dillian Whyte cedera parah

Tinju – Dillian Whyte kini hanya dapat terbaring di rumah sakit dengan kondisi memprihatinkan. Hal ini membuat petinju yang satu ini diwanti-wanti untuk tidak melakukan pertarungan lagi. Kini kondisi Whyte harus menjalani perawatan karena cedera parah pada tubuhnya dan tangan yang harus di gips.

Akan tetapi, Whyte tetap ingin melakukan pertarungan dan berusaha menghindar dari promotor Eddie Hearn, yang berencana mempersiapkan laga pada September nanti kontra Joshua.

“Saya beramain dengan tangguh walau agak bodoh. Pemikiran para petinju dunia sama saja. Saat mereka keluar, mereka akan berlatih dan saya memiliki sarung tinju 20 ons. Aku akan memakainya dan langsung menjalani pelatihan,” ucap Whyte.

Petarung dari Brixton tersebut memang selalu tampil dengan kekuatan kasar dengan keterampilan tinju yang masih harus diasah. Hal ini membuatnya dalam ketegangan di ring tinju pada pertarungan melawan Joshua.

Dillian Whyte vs alexander povetkin

Melawan Brian Minto, Whyte berada dalam masalah yang kemudian membuatnya cedera. Namun keinginannya untuk melawan Anthony Joshua justru memperburuk cedera fisiknya. Sebelumnya, petinju dunia ini sudah merasakan kekakuan pada bagian pundaknya namun tetap melanjutkan laga.

Whyte awalnya tidak ingin melakukan pemeriksaan fisioterapis. Namun setelah berjuang keras menggerakkan lengan kirinya, dia harus mendapatkan konsultan ortopedi secara rutin. Pelatih Chris Okoh sebelumnya tidak ikut dalam laga Whyte karena luka serius setelah tabrak lari, dan Johnathon Banks menjadi pengawasnya.

Banks menjadi bagian yang tidak sadar sudah memperburuk kondisi fisik Whyte saat ia diminta untuk terus menggunakan lengan kirinya, sementara pada sesi pelatihan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Terlepas dari kekuatannya yang sudah melemah, Whyte terus memukul Joshua.

Whyte akhirnya menang melawan Joshua dengan poin yang tidak begitu mengesankan. Suntikan Cortisone, yang menjadi prosedur medis legal di dunia tinju menjadi obat bagi bahu Whyte di hari-hari jelang pertarungan. Berita cedera lawannya akhirnya sampai pada Joshua.

Pada pertemuan mereka selanjutnya, Anthony Joshua bahkan membicarakan kondisi bahunya. Hal tersebut membuat Whyte cukup marah dan bertekad akan membalasnya di ring walau sebenarnya kondisinya sudah cukup parah. Keinginan keras kepala petinju dunia ini tak terbantahkan. Whyte membuka momen baik di babak kedua, namun kesulitan saat akan memberikan pukulan.

Anthony Joshua

“Saat aku mencoba memberikan pukulan, semua sendiku rasanya hancur. Ada rasa sakit yang luar biasa. Aku hanya mencoba bertahan namun semuanya semakin menggila dan tulang bahuku sepertinya tidak memiliki kekuatan. ” ucap Whyte.

Whyte yang begitu kelelahan akhirnya jatuh memasuki ronde ketujuh. Wasit dengan cepat memberi tanda stop pada laga. Dia akhirnya berada dalam masa yang sulit pada tubuh dan kariernya. Dia akhirnya harus mendapatkan serangkaian operasi, untuk mengobati tulangnya yang patah dan merekonstruksi sendi bahunya.

Berada di rumah sakit, Whyte tetap memberikan kabar melalui media sosialnya. “Saya berpikir jika karier saya akan usai,” kata Dillian Whyte, yang kemudian tahu jika ia harus istirahat selama dua tahun untuk pemulihan bahunnya dan waktu setahun untuk pulih pada luka lainnya.

Catatan tak terkalahkannya menjadi rusak karena kekalahan tersebu membuatnya memiliki motivasi saat Whyte ingin melakukan rehabilitasi dan mencapai kekuatan terbaiknya untuk kembali membangun kondisi fisiknya. Dia juga belajar dalam mengatur emosinya bersama pelatih baru Mark Tibbs.

Dillian Whyte menceritakan laga paling berkesan baginya saat melawan David Allen dan Ian Lewison. Laga melawan Alexander Povetkin, petinju dunia lainnya akan menjadi lawannya selanjutnya di Manchester Arena pada tanggal 4 Juli, sembari bersiap dalam perebutan gelar WBC pada bulan Februari 2021 mendatang.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Sport Lain