Connect with us

Moto GP

Minta Agar Lorenzo Dihukum, Vinales “Dia Seperti Pembalap Pemula”

TERBIT.COM – Maverick Vinales sangat kesal betul dengan kecelakaan pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo yang menyebabkan dia gagal melanjutkan balapan di MotoGP Catalunya. Dikarenakan kerugian yang dialaminya, Vinales meminta agar race director menjatuhkan hukuman yang berat untuk Jorge Lorenzo di seri selanjutnya.

Saat ditanya oleh media ternama tentang hukuman apa yang pantas diterima oleh Lorenzo atas insinden Minggu, 17 Juni 2019 pada MotoGP Catalunya, Vinales menjawab “Start dari posisi paling belakang”.

Jorge Lorenzo terjadi ditikungan 10 pada lap kedua usai menyalip Maverick Vinales yang pada saat itu berupaya untuk mendahului Andrea Dovizioso di tikungan ke kiri. Namun sayang, Lorenzo gagal menguasai bagian depan motornya sehingga membuatnya mengalami crash.

Dari moment yang sangat dramatis tersebut tidak hanya Jorge Lorenzo saja yang terjatuh melain ketiga pembalap terkena imbasnya. Divizioso terjatuh setelah motornya terhantam di bagian belakang. Sementara Maverick Vinales ikut tumbang akibat ditabrak oleh Honda RCV213 yang terseret di aspal dan nasib yang sama juga di alami oleh The Doctor yang sama-sama terjatuh setelah berupaya untuk menghindar.

“Dia menjatuhkan empat pebalap. Dia membuat saya dan Valentino jatuh, kami tak sedang bertarung memperebutkan juara dunia. Tapi dia juga menyebabkan Andrea jatuh, yang sedang bertarung jadi juara dunia. Hari ini dia menghancurkan balapan saya, balapannya Valentino, dan pertarungan Dovizioso jadi juara dunia. Cukup sulit untuk mengejar 25 angka,” ucap Vinales.

“Saya harap Race Direction setegas seperti menjatuhkan sanksi ke saya kemarin (saat dihukum tiga grid). Saya berkata jujur. Saya melihatnya di sisi dalam. Saya mencoba menghindari tabrakan. Saya pikir motornya menyentuh ban belakang saya dan saya terlontar. Itu tidak mungkin.

Maverick Vinales melontarkan kritikan keras kepada pembalap senior, Jorge Lorenzi dia menyebutkan bahwa pembalap berusia 32 tahun tersebut mencoba untuk menyalip di tikungan 10 merupakan keputusan yang salah yang membuat Jorge Lorenzo seperti halnya pembalap yang tidak berpengalaman. Lorenzo juga disebutnya tidak meminta maaaf dengan mendatangi garasi Yamaha.

Sementara Jorge Lorenzo sendiri mengklaim bahwa dirinya telah datang untuk meminta maaf. Namun, di garasi Monster Energy Yamaha MotoGP tersebut tidak ada Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

“Dia tidak datang untuk minta maaf. Jujur saja, ini adalah tikungan yang sulit. Tapi ayolah…Anda berada di posisi empat dan itu baru lap pertama. Anda. bisa membalap saya di tikungan lurus di mana kami memang lambat. Anda hanya harus menunggu empat tikungan lagi.”

“Di sesi pemanasan dia menyalip saya dari sisi dalam tanpa alasan. Saya tak paham kenapa dia melakukan itu saat melakukan pemanasan. Di Mugello dia juga punya masalah dengan (Jack) Miller di warm up. Jika Anda bertanya ke saya, itu seperti kesalahan yang dilakukan pebalap baru, padahal dia lima kali juara dunia.” 

“Buat saya tidak ada alasan. Dia menjalani balapan yang bagus karena ada di posisi empat. Tapi bukan berarti dia bisa menyalip di sana (tikungan 10), saat doa bisa melakukannya di lintasan lurus dengan sangat mudah,” Tutup Vinales.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Moto GP