Connect with us

Moto GP

Empat Keputusan Kontroversi Alberto Puig di Tim Honda

alberto puig

MotoGP – Perusahaan induk Honda Racing Corporation sejak tahun 2018 mengambil keputusan penting dalam tim manajemen mereka di MotoGP. Kala itu, Livio Suppo resmi dipecat dan digantikan oleh Alberto Puig sebagai pelatih Repsol Honda.

Nama Alberto Puig memang sudah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, dia pernah menjadi pelatih Dani Pedrosa, pembalap dunia yang menjadi andalan tim Repsol Honda. Akan tetapi, berjalannya waktu, manajer ini kerap memberi keputusan di luar pemikiran yang kadang merugikan tim Honda.

Keputusan teranyar musim ini adalah keinginan Honda membeli Pol Espargaro dari tim KTM. Dengan hadirnya Pol, akan mengancam posisi Alex Marquez yang bahkan belum bermain di turnamen MotoGP 2020. Keputusan tersebut pastinya sangat aneh. Padahal Alex merupakan pembalap dunia yang memiliki kemampuan yang mengesankan.

Uniknya, Puig sempat memuji Alex saat resmi merekrut dirinya sebagai bagian pembalap Repsol Honda di akhir tahun 2019 lalu.

Tidak hanya itu, ada empat keputusan Alberto Puig yang penuh pro kontra selama menjabat sebagai tim pelatih di Honda.

Dani Pedrosa Jadi Test Rider KTM

Selama berkarier menjadi pembalap MotoGp, Dani Pedrosa hanya bergabung di Repsol Honda. Namun, tiba-tiba pada tahun 2018, dirinya memutuskan untuk pensiun dan pindah ke tim KTM sebagai pembalap penguji.

Padahal di tahun yang sama, Puig terpilih sebagai orang penting di Honda. Seperti yang diketahui, Puig adalah pelatih yang berkerja sama dengan Pedrosa dalam waktu yang lama. Harusnya, dia bahagia dengan hadirnya Puig dan mempermudah dirinya menjadi pembalap penguji Honda bukan KTM.

alberto puig dan marc

Akan tetapi, Suppo pernah berkomentar terkait hal mengejutkan ini. Dia mengatakan jika Pedrosa pindah ke KTM karena Puig sendiri. “Ada hal yang terjadi, bisa jadi seseorang datang ke Honda dan Pedrosa tidak menyukai hal tersebut. Atau seseorang tersebut yang tidak memberikan penawaran kontrak padanya,” ucap Suppo.

Melepas Jorge Lorenzo

Keputusan terburuk Alberto Puig selama di Honda mungkin adalah gagal mempertahankan Jorge Lorenzo dengan Repsol Honda hingga turnamen MotoGP 2020 dilaksanakan. Sebagai info, Lorenzo harus pensiun di akhir musim 2019 setelah mengalami masa suram dengan tim Repsol Honda. Padahal sejatinya, dia memiliki kontrak hingga tahun 2020.

Memilih Johann Zarco Gantikan Takaaki Nakagami

Keputusan kontroversial selanjutnya dari Puig adalah memilih Johann Zarco sebagai pembalap untuk menggantikan posisi Takaaki Nakagami di LCR Honda dalam tiga lomba MotoGP 2019. Padahal saat itu, Honda sudah mempunyai Stefan Bradl sebagai pembalap penguji yang berpengalaman dengan motor RC213V. Zarco sendiri masih minim pengalaman dengan motor Honda.

Selain itu, Zarco sudah terbukti kesulitan dalam menggunakan motor KTM yang memiliki karakteristik sama dengan motor Honda. Keputusan buruk tersebut adalah ide dari Puig yang diketahui dari pernyataan pemimpin tim LCR, Lucio Cecchinello.

dani pedrosa

Masa depan Marc Marquez dan Adiknya

Marc Marquez sudah memiliki kontrak panjang dengan tim Repsol Honda dan akan menjadi pembalap MotoGp utama di tim ini. Namun, semua itu terganggu karena keputusan Honda yang diketahui akan menggantikan peran adiknya, yakni Alex dengan pembalap baru di musim mendatang.

Marquez dapat saja bertahan dengan Honda hingga musim 2024 mendatang, padahal biasanya pembalap hanya mendapatkan kontrak paling lama 1-2 tahun. Menariknya saat masa depan Marc aman di Honda, tim ini malah ingin menggantikan Alex dengan Pol Espargaro.

Jika berita ini benar adanya, bisa jadi kontrak empat tahun Marc akan kembali goyang. Dan seperti yang sudah-sudah, ini menjadi keputusan Alberto Puig.

 

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Moto GP