Connect with us

Formula 1

F1 : Warga Vietnam khawatir Dengan Virus Corona

F1 Warga Vietnam khawatir Dengan Virus Corona

F1 – Grand Prix Formula Satu pertama Vietnam akan berjalan sesuai dengan jadwal yaitu pada tanggal 5 April. F1 mengatakan walaupun masih ada kekhawatiran tentang epidemi virus corona yang telah menyebabkan pembatalan acara ini di China.

Balapan jalanan di Hanoi akan menjadi putaran ketiga musim ini dan promotor lokal itu mengatakan 150 meter terakhir dari lintasan sepanjang 5,6 km 23-putaran sudah dibereskan apda minggu lalu di sepanjang garis start sampai finish.

“Kami sudah siap dan sudah tidak sabar lagi untuk menyambut dunia ke Hanoi secepatnya,” imbuh CEO Vietnam Grand Prix Corporation Le Ngoc Chi.

Kepala eksekutif Formula Satu Chase Carey mengatakan kepada analis pada panggilan pendapatan Q4 2019 bahwa semua sistem yang ada sudah berjalan. Dia juga akan mengunjungi Hanoi pada 16 Maret, sehari setelah pembukaan musim Australia di Melbourne.

“Grand Prix Vietnam akan berlangsung sesuai jadwal pada 5 April di Hanoi. Dan untuk mengantisipasi pertanyaan lain, kami memiliki rencana untuk meneruskan lomba,” ucap dia.

“Kami akan pergi ke Melbourne, Bahrain dan ke Hanoi.”

Warga Vietnam khawatir Dengan Virus Corona

Grand Prix China yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai pada tanggal 19 April dibatalkan bulan ini dan telah ada spekulasi dari media tentang peluang Vietnam untuk terus malangkah saat virus menyebar secara global.

Kualifikasi Olimpiade bulu tangkis yang dijadwalkan untuk Vietnam dari tanggal 24-29 Maret mengalami penundaan sampai bulan Juni pada hari Selasa.

“Pembatasan perlindungan kesehatan akan dipantau dengan ketat di Vietnam”.

Penyelenggara Grand Prix Australia memiliki rencana untuk membuka musim di Albert Park mulai 15 Maret, walau pemerintah memperingatkan bahwa semua pilihan termasuk pembatalan akan dipertimbangkan kalau wabah virus corona terjadi.

“Kami akan mengambil panduan dan pimpinan kami dari otoritas kesehatan dan sejalan dengan apa yang sudah di instruksikan oleh mereka. Kami perlu berpikiran lebih terbuka,” ujar bos Grand Prix Australia Andrew Westacott kepada media setempat.

Pimpinan tim Red Bull Christian Horner mengatakan dia berurusan dengan “sedikit target yang bergerak” dengan perjalanan yang sudah memusingkan logistik.

Warga Vietnam khawatir Dengan Mewabahnya Virus Corona

“Dapatkah kamu kembali ke Bahrain melalui Dubai? Mungkin tidak untuk sekarang ini. Kita memiliki insinyur Honda. Bisakah mereka kembali ke Jepang? Apakah mereka akan diberikan izin untuk masuk ke Australia bahkan untuk waktu dekat ini?” bertanya pada media.

Bahrain, yang menjadi tuan rumah balapan kedua musim sepekan setelah Melbourne, telah melaporkan sampai 26 orang sudah didiagnosis mengidap virus tersebut dan telah menangguhkan penerbangan ke Dubai. Uni Emirat Arab merupakan pusat transit utama.

Penyakit ini diyakini telah dimulai di pasar yang menjual satwa liar di kota Wuhan di Cina akhir tahun lalu dan telah menginfeksi sekitar 80.000 orang dan membunuh lebih dari 2.700, sebagian besar di Tiongkok.

Kementerian kesehatan Vietnam mengatakan pada hari Selasa bahwa 16 orang di negara yang terinfeksi virus corona telah disembuhkan tanpa ada kasus baru yang tercatat sejak 13 Februari.

Namun penyiar free-to-air Jerman RTL pekan lalu mengumumkan, bahwa itu akan mencakup perlombaan Vietnam dari jarak jauh karena masalah coronavirus.

Italia, rumah bagi Ferrari dan pemasok ban Pirelli serta tim AlphaTauri milik Red Bull, telah mencatatkan 374 kasus virus corona dan 12 kematian.

Museum Ferrari di Maranello telah ditutup untuk sementara dan akses jalan menuju pabrik tim telah dilakukan pembatasan.

Dalam pengujian Formula Satu di Barcelona, ​​McLaren telah melarang siapa pun untuk masuk kedalam kalau orang tersebut telah mengunjungi China dalam dua minggu terakhir.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Formula 1