Connect with us

Formula 1

Dukung Antirasisme, Tim Mercedez Ubah Warna Livery W11

livery Mercedes W11

Formula 1 – Tindakan sederhana yang dilakukan Mercedes jelang Formula 1 2020 mengundang perhatian. Pasalnya, tim yang sebelumnya selalu tampil dengan nunasa warna perak memutuskan membuat livery Mercedes W11 tampil dengan penampilan terkini yakni hitam pekat.

Gerakan Black Lives Matter bermula dari Amerika Serikat dan kini bergerak ke berbagai negara Eropa terdiri dari banyak warga negara keturunan Afrika. Kampanye tersebut adalah respons karena tindak ketidakadilan yang dialami George Floyd yang meninggal karena polisi AS.

Black Lives Matter adalah gerakan anti diskriminasi dari kelompok mayoritas pada warga negara minoritas, yakni kulit hitam. Kini, kampanye tersebut sudah menyebar ke banyak negara. Ingin ikut berkontribusi, Mercedes yang berpusat di Inggris ikut dalam kampanye tersebut. Keputusan tersebut dilaksanakan pihak manajemen tim F1 ini dengan mengubah warna mobil mereka sebagai bentuk gerakan antirasisme tersebut.

Lewis Hamilton yang menjadi pembalap Formula 1 paling utama di Mercedes juga merasakan dampak rasisme. Dia mendapat bully dengan kata-kata yang tidak pantas hanya karena warna kulitnya. Keputusan tersebut dinilai cukup berani dan begitu diapresiasi oleh Hamilton.

Pembalap 35 tahun tersebut merasa bahagia dengan keputusan pihak manajemen yang akhirnya dapat mendengarkan keluhannya selama ini. Mereka mendukung gerakan antirasisme walau dengan tindakan sederhana yakni mengganti warna mobilnya.

Dia ingin semua tindakannya tersebut dapat diterima oleh tim lainnya untuk menunjukkan dukungan pada mereka yang mendapat diskriminasi dari kaum mayoritas.

“Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih saya pada Toto Wolff dan pihak Mercedes karena sudah memberikan saya dukungan dan paham dengan pengalaman yang saya rasakan, juga melakukan dukungan penting tersebut,” ucap Hamilton.

Sampai saat ini, Lewis Hamilton merupakan satu-satunya pembalap berkulit hitam sekaligus menjadi salah satu pembalap F1 terbaik dalam kompetisi balapan itu. Pembalap dari Inggris tersebut memperlihatkan prestasinya ditengah pembalap mayoritas berkulit putih. Dirinya sudah mencatatkan enam gelar juara dunia serta hattrick selama tiga musim berturut-turut.

lewis hamilton

Selain itu, tidak hanya dari kalangan pembalap, kompetisi F1 juga dinilai tidak begitu adil dalam menampilkan wakil dari negara di wilayah Afrika. Jika turnamen dilaksanakan di Benua Eropa, Amerika, Asia, dan Australia, namun tidak untuk Benua Hitam.

Balapan terakhir dilaksanakan pada tahun 1993 di Kyalami, Afrika Selatan. Untuk itu, kini otoritas F1 akan merencanakan kembali balapan di Afrika. Marrakech menjadi salah satu pilihan tuan rumah untuk WTCC dari tahun 2009 sampai 2017 dan Formula E dari 2016 sampai 2019. Maroko hanya sekali menjadi tuan rumah F1, pada tahun 1958.

Sementara itu, perubahan warna pada livery Mercedes W11, disebutkan Wolff sebagai bentuk sederhana pada gerakan antirasisme. Dia berharap dunia lebih peka pada tindak ketidakadilan yang dialami orang berkulit hitam.

Dari kematian Floyd di AS, Mercedes merasakan duka mendalam dan ingin memberikan dukungan walau hanya pergantian warna mobil. Rasisme dan diskriminasi selayaknya tidak ada di dunia ini. Langkah tersebut juga menjadi bentuk bahwa Mercedes akan ikut berperang dalam membasmi segala bentuk rasisme di dunia. Itu sebabnya, perubahan warna mobil timnya tersebut mendapat perhatian besar.

Olahraga sendiri bisa jadi tempat yang berfungsi memberikan dukungan untuk banyak pihak. Tidak hanya dalam balapan Formula 1 2020, dalam sepakbola di Liga Champions juga sudah ada dukungan pada gerakan tersebut dengan tulisan ‘say no to racism’.

 

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

Selebihnya di Formula 1