Connect with us

Bulu Tangkis

Ukir Sejarah Baru, Chou Tien Chen Sempat Kecewa pada Wasit di Partai Final

TERBIT.COM – Atlet bulu tangkis partai tunggal putra Taiwan, Chou Tien Chen sempat kecewa dengan keputusan wasit pemimpin petandingan di final Indonesia Open 2019 kemarin.

Tien Chen sempat memeluk erat raketnya sebagai tanda kekecewaan usai wasit memberikan poin kepada Anders Antonsen di gim ke 2 final Indonesia Open, Mingu 21 Juli.

Ekspresi tersebut terjadi di gim ke dua ketika kedudukan di angka 17-17 untuk kedua pemain ini. Ketika duel berlangsung, shuttle cock di bibir net, kemudian pemain asal Denmark ini siap dengan raketnya yang diposisikan di depan net untuk menghalau pukulan Tien Chen.

Tien Chen yang merupakan pebulu tangkis unggulan ke 4 di tournament Indonesia Open 2019 itu melihat jika shuttle cock sudah terlebih dahulu mengenai tangan dari Antonsen. Tetapi wasit tetap berada pada keputusannya dan memberikan poin untuk Anders Antonsen, skor menjadi 18-17.

Pebulu tangkis berusia 29  tahun ini pun kecewa berat dengan keputusan yang dibuat oleh wasit tersebut. Setelah protesnya ditolak wasit, ia langsung berbalik arah sambil memeluk erat raketnya dengan raut wajah kecewa.

“Iya rasanya seperti patah hati,” ujar pemain yang menempati posisi ke 3 ranking BWF tersebut kepada awak media usai pertandingan.

“Tadi menurut saya agak salah penilaian. Namun saya tidak bisa kontrol di lapangan. Saya akan berusaha lagi untuk memperbaiki sikap dan mental saya. Saya sudah capek, taoi saya tidak bisa berbuat apa apa untuk keputusan tersebut,” ujar pemain asal Taiwan tersebut.

Duel antara pebulu tangkis asal Denmark dan Taiwan ini berlangsung kurang lebih selama 91 menit dengan 3 gim. Dari lima laga, empat laga diantaranya dimainkan oleh Tien Chem dengan tiga gim dan durasi di atas 1 jam.

Hal tersebut di akui oleh Chou Tien Chen sebagai sesuatu yang sangat melelahkan. Ia juga mengatakan bahwa dirinya beruntung masih bisa bertahan sampai ke babak final dan tampil sebagai juara usai menaklukamn Anders Antonsen dengan 21-18, 24-26 dan 21-15.

“Senang bisa menang di turnamen 1000. Bagi saya ini sebuah pencapaian yang ke depannya harus dipertahankan,” jelas Tien Chen.

Tien Chen sendiri menjadi pemain tunggal putra pertama Taiwan yang berhasil meraih gelar juara di Indonesia Open setelah pertama kali digelar pada 1982.

“Saya di sini berkat dua pelatih Indonesia. Terima kasih juga kepada fan yang sudah mendukung saya, termasuk saat saya melawan Jonatan (Christie). Terima kasih,” tutup Tien Chen.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Bulu Tangkis