Connect with us

Bulu Tangkis

Tontowi Ahmad Gantung Raket Dari Dunia Bulutangkis

Tontowi Ahmad

Bulutangkis – Pebulutangkis Indonesia yang selalu tampil untuk tim ganda campuran, yakni Tontowi Ahmad mengambil keputusan untuk hengkang dari Pelatnas Cipayung Maret mendatang. Hal ini akan membuatnya pensiun dengan cepat.

Disebutkan jika pemain 32 tahun tersebut sudah mengungkapkan keinginannya pada kepala pelatih ganda campuran PP PBSI, yakni Richard Mainaky lewat sebuah pesan, namun belum diungkapkan secara resmi terkait alasan pengunduran dirinya pada pihak PBSI.

Salah satu hal yang dapat membuat Tontowi ingin berhenti adalah karena dirinya masih ingin terus berjuang untuk meraih skor yang sama dengan mantan pasangan terdahulunya, Liliyana Natsir yang lebih dulu memutuskan gantung raket di Januari tahun lalu.

Dalam delapan tahun hubungan kerjasamanya dengan Liliyana, pasangan tersebut memang membukukan banyak gelar yang mengesankan dan pastinya yang paling berkesan adalah saat meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 silam dalam babak final melawan tim Malaysia, yakni Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying. Mereka juga meraih dua gelar juara dunia di Guangzhou 2013 dan Glasgow 2017.

Tontowi Ahmad dan butet

Tontowi serta Liliyana merupakan hambatan besar untuk Peng Soon dan Liu Ying ketika mereka berjuang dalam turnamen dan meraih 11 kemenangan dari 12 laga mereka. Setelah itu, Tontowi berduet dengan pasangan barunya yakni Winny Oktavina Kandow di tahun lalu dengan upaya agar masuk ke Olimpiade Tokyo. Namun, pasangan tersebut tidak dapat meriah posisi ke-15 dunia dan meraih peringkat ketiga setelah Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal serta Gloria Emanuelle Widjaja.

Di awal tahun ini, Tontowi akan bermain dengan ganda putri, yakni Apriyani Rahayu dan melaksanakan turnamen debut di Indonesia Masters pada bulan lalu sebelum kalah dari pasangan tim Inggris, Chris Adcock dan Gabrielle Adcock.

PBSI Tunggu Surat Pengunduran Diri Tontowi

PP PBSI secara cepat membicarakan keinginan Tontowi Ahmad hengkang dari pelatnas. Selama belum ada surat resmi, Tontowi tetap menjadi bagian dari pelatnas. Atlet Indonesia memang sudah mengirim pesan dari pelatih tim campuran, Richard Mainaky.

susi susanty

Hingga keputusan tersebut menjadi pemberitaan, Tontowi belum pernah berkunjung ke Cipayung dan memberikan surat resmi. Itu yang menjadikan pihak PBSI belum bisa memberikan komentar. “Surat resmi belum ada. Jadi pihak PBSI belum bisa memberikan komentar yang beragam,” ucap Kepala bidang Pembinaan Prestasi Olahraga, Susy Susanti.

Walau begitu, Susy Susanti tetap memberikan kebebasan pada atlet Indonesia peraih medali emas Olimpiade 2016 tersebut. “Sejujurnya kami menyerahkan semuanya pada atlet tersebut. Belum ada keterangan resmi dari dirinya dan itu membuatnya masih resmi bergabung di pelatnas. Kami belum membicarakan ini langsung dengan Tontowi,” ujarnya.

Alasan Tontowi

Sementara itu, pelatih tim gandan campuran yakni Richard Mainaky memaparkan jika alasan pensiunnya Tontowi Ahmad dari Pelatnas PBSI yang dia disampaikan dari pesan Whatsapp pada tanggal 11 Februari lalu berkaitan dengan prestasi.

Sebagai pelatih yang sudah berpengalaman di bidang bulutangkis, Richard sadar jika nanti para atletnya akan pensiun. Namun, alasan mereka pindah beragam, sama halnya dengan  Tontowi.

“Saya memperkirakan ada beberapa faktor yang menjadikan kondisi Tontowi begitu sulit. Setelah tidak bersama Butet atau Liliyana Natsir, dia berjuang dengan Oktavina Kandow, namun belum diketahui hasil pasti. Sementara, bersama Apriyani, mereka kini berjuang meraih gelar Olimpiade. Jadi, bisa jadi keputusan tersebut cukup baik,” ucap Richard.

Pasangan Tontowi dan Apriyani pertama kali dilaksanakan di Indonesia Masters, pada Januari lalu. Sempat akan bermain di Barcelona Spain Masters 2020, namun tidak jadi dilaksanakan karena Tontowi Ahmad harus istirahat karena penyakit tifus.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Bulu Tangkis