Connect with us

Bulu Tangkis

Riony Mainaky : Gregoria dan Fitriani Harus Bermain Dengan Lepas Dan Berani Dalam Kejuaraan Dunia 2019

TERBIT.COM – Dua tunggal putri yang nantinya akan menjadi wakil Indonesia dalam ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis Dunia 2019 adalah Gregoria Mariska Tanjung dan Fitriani. Telah memutuskan akaa mengirim dua perwakilan tersebut pelatih dari tunggal putri, Rionny Mainaky memberikan pesan khusus untuk keduanya.

Ajang kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 nantinya akan di slenggarakan di Basel, Swiss, mulai tanggal 19 Agustus 2019 hingga 20 Agustus 2019. Melihat hasil kocokan yang telah dimumumkan dalam ajang tersebut nantinya dua ganda putri Indonesia, Gregoria dan juga Fitriani akan berpotensi bertemu dengan para pemain unggulan di babak awal.

Gregoria, dirinya mendapatkan bye di babak pertama, dengan demikian dirinya nanti akan berhadapan dengan pemenang dari duel Busanan Ongbamrungphan dan Chloe Birch. Setelah mengahadapi salah satu diantara mereka jika memang dirinya bisa lolos maka ia akan masuk ke babak kedua dan kemungkinan akan melakoni gim melawan Ratchanok Intanon.

Sedankan disisi lain nantinya pada babak pertama Fitriani akan berjuang melawan Yvonne Li, kalua dirinya berhasil menaklukan sang lawan, maka pada babak kedua dia akan berhadapan dengan pemain unggulan dari China, Tai Tzu Ying, yang mendapatkan bye pada babak pertama. Jika melihat catatan pertemuan Fitriani da Tai Tzu Ying, Fitriani memang tidak terlalu dijagokan, terkait hal tersebut Fitriani mengkonfirmasi bahwa kelemahannya saat berhadapan dengan atlet China tersebut adalah karena rasa kepercayaan dirinya.

Pelatih tunggal putri Indonesia angkat bicara perihal hasil undian yang didapatkan oleh kedua anak asuhnya, menurut sang pelatih hasil undian tersebut membuat keduanya dihadapkan pada tantangan besar, kendati demikian mereka masih memiliki peluang, maka dari itu sang pelatih juga memberikan pesan khusus untuk dua anak asuhnya tersebut.
“Yang terpenting harus bermain lepas, hal-hal non-teknis dan lain-lainnya dibuang. Jadi, biar tidak ada beban. Kalau melawan pemain (level) di atasnya, jangan sampai berpikir lawannya berat,” kata Rionny pada media.

“Jadi agar tidak berpikiran seperti itu, kami harus punya rencana di setiap langkah. Dari terima servis dia sudah tahu mau bagaimana. Jadi, pasti hilang pikiran lawan lebih kuat dan lainnya. Kalau dia sudah siap duluan dan lawan belum siap, nah itu kesempatan untuk unggul lebih dulu,” lanjutnya.
“Mereka juga harus lebih berani, kalau dia nunduk, dia harus menatap mata lawan. Lebih melihatkan kepada lawan kalau dia tidak takut dan tidak ragu-ragu dan kepercayaan dirinya tidak hilang,” ia menambahkan.
“Kepercayaan diri dan fokus, ada kondisi apapun atau membuat kesalahan jangan memperlihatkan (gestur) ke lawan. Anggap saja kehilangan satu bola wajar, nanti ambil lagi (poin),” pungkas sang pelatih. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Bulu Tangkis