Connect with us

Bulu Tangkis

Moment Lucu di Final Tunggal Putra Indonesia Open 2019, Chou Tien Chen Kehabisan Kostum

TERBIT.COM – Peraih gelar juara partai tunggal putra, Chou Tien Chen kehabisan kostum usai berhasil mengalahkan Anders Antonsen dengan durasi waktu 91 menit.

Pebulu tangkis asal Taiwan ini telibat dalam duel sengit melawan pebulu tangkis asal Denmark. Dalam duel yang berlangsung dengan rubber game ini, Chou Tien Chen mengakhiri pertandingan dengan skor 21-18, 214-26 dan 21-15.

Pebulu tangkis berusia 29 tahun ini menumpahkan kegembiraannya usai mengalahkan Antonsen dan memenangkan gelar Indonesia Open 2019. Ia berbaring di lapangan dan kemudian terduduk dan berbaring, lalu menengadah ke atas seolah olah ia tidak percaya dengan keberhasilannya meraih gelar juara tunggal putra dalam tournament ini.

Dalam moment tersebut, kemudian Antonsen menghampiri Chou Tien dan ikut berbarik disebelah Tien Chen. Lalu ia mengajak bertukar kostum dengan Tien Chen dan meletakan kostum milik Antonsen ke tas miliknya.

Usai moment berbaring di lapangan tersebut, kemudian situasi lucu tersaji dalam arena, pasalnya Tien Chen harus menjalani sesi wawancara usai pertandingan. Ketika mendapatkan panggilan tersebut, ia terlihat masih menggunakan handuk.

Tien Chen lalu terlihat kebingungan karena ia sudah tidak lagi memiliki kostum. Sebelum bertukar kostum dengan Antonsen, Chou Tien Chen sendiri telah sempat mengganti kostumnya di tengah tengah pertandingan karena penuh dengan keringat.

Tien Chen kemudian berlari ke pinggir lapangan dan mendapatkan kostum untuk ia kenakan. Tetapi kostum tersebut bukanlah kostum atas nama dirinya.

Setelah menjalani sesi wawancara, Tien Chen masih mengenakan kostum tersebut untuk naik ke podium dan menerima penghargaan.

Keberhasilan Chou Tien Chen mengalahkan Anders Antonsen dan memenangkan gelar Indonesia Open 2019 membuat dirinya menjadi atlet bullu tangkis tunggal putra pertama asal China Taipe dalam juara turnament tersebut.

Pebulu tangkis yang kini menempati ranking 3 dunia ini juga mangaku sempat kecewa dengan keputusan yang dikeluarkan oleh wasit pemimpin pertandingan.

“Iya rasanya seperti patah jati,” ujar Chou Tien Chen pada awak media ketika di wawancara.

“Tadi menurut saya agak salah penilaian. Tapi saya tidak bisa kontrol di lapangan. Saya akan berusaha perbaiki sikap dan mental. Saya sudah capek, tapi saya tidak bisa apa-apa untuk keputusan itu,” ujarnya.

Ekspresi tersebut terjadi di gim ke dua ketika kedudukan di angka 17-17 untuk kedua pemain ini. Ketika duel berlangsung, shuttle cock di bibir net, kemudian pemain asal Denmark ini siap dengan raketnya yang diposisikan di depan net untuk menghalau pukulan Tien Chen.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Bulu Tangkis