Connect with us

Bulu Tangkis

Han Aiping, Juara All England 2 Meninggal Dunia

Han Aiping

All England – Berita duka datang dari dunia bulutangkis. Salah satu mantan pebulutangkis dunia yang pernah meraih gelar juara All England dalam dua sektor yakni Han Aiping meninggal dunia karena penyakit kanker yang selama ini dia derita.

Pebulutangkis dunia itu adalah tunggal putri dari China, yaitu Han Aiping yang menjadi juara All England di tahun 1985 pada dua sektor yang tidak sama. Tidak hanya meriah gelar juara pada tunggal putri, Aiping juga berhasil meraih gelar juara pada ganda putri dengan Li Lingwei.

Akan tetapi, kejayaannya tidak bertahan lama lantaran sakit yang dia derita. Mantan pebulutangkis kelas tunggal putri yang juga menorehkan banyak prestasi harus menghembuskan nafas terakhirnya di umur ke-57 tahun, pada Rabu (16/10/19) waktu Beijing, China karena kanker paru-paru.  Aiping menyerah pada penyakit yang dia dideritanya setelah berupaya keras untuk sembuh selama tiga tahun belakangan ini.

Han Aiping sendiri merupakan atlet bulutangkis yang lahir pada tanggal 22 April 1962 di Wuhan, China. Pada tahun 1980-an, ia berduet dengan Li Lingwei dan berhasil membawa pulang gelar juara pada laga tunggal putri dan mempertahankan gelar tersebut selama 10 tahun.

Han memulai debutnya bersama timnas China, ketika berumur 16 tahun dan menginjak umur ke-17, ia berhasil meraih gelar juara dunia. Akan tetapi, kariernya tidak berlangsung lama ketika bermasalah pada kesehatannya. Ia sempat didiagnosa mengalami Hyperthyroidism atau peyakit karena kelebihan kadar hormon tiroid di dalam tubuh.

Karena penyakit tersebut, Han akhirnya tidak melanjutkan kariernya di dunia bulutangkis selama dua tahun. Namun, pada September 1982 silam, ia kembali beraksi dan langsung mendapatkan juara runner-up pada kompetisi bulutangkis di China.

Satu tahun setelahnya, Aiping kembali mencatatkan prestasi yang sangat fantastis setelah sukses meraih gelar juara pada Japan Open dan runner-up pada Kejuaraan Dunia dan meraih gelar Piala Dunia Bulutangkis untuk tunggal putri dan ganda putri.

Tidak hanya gelar dalam turnamen All England, banyak gelar yang sudah dia torehkan semasa aktif menjadi pebulutangkis.

Rival Abadi Susy Susanti

Berita duka tersebut juga membuat rival abadinya yakni pebulutangkis dunia dari Indonesia, Susy Susanti berbelasungkawa. Susy merupakan mantan pebulutangkis tunggal putri yang menjadi musuh bebuyutan matan atlet yang meninggal pada umur 57 tahun karena kanker paru-paru.

Han Aiping adalah salah satu rival berat Susy Susanti sewaktu keduanya masih muda dan aktif menjadi atlet dengan membawa nama negaranya masing-masing. Susy kala itu berhadapan dengan Han pada perhelatan Piala Uber 1988 silam. Keduanya memiliki energi dan kekuatan yang sama sehingga banyak yang sangat menanti laga kedua pebulutangkis dunia tersebut.

Pada pertarungan tersebut, keduanya tampil dengan menjanjikan. Juara Dunia 1987 beradu dengan Juara Dunia Junior 1987. Walau akhirnya Susy harus menerima kekalahan, akan tetapi ini yang membuka peluang dan kebangkitan salah satu Srikandi Indonesia yang berjuang dan mencatatkan namanya di turnamen tunggal putri dunia.

Sejak tidak menjadi atlet bulutangkis lagi, Susy mengakui tidak mengetahui lagi kabar terbaru dari Han Aiping. Diketahui pada tahun 2016 silam, Aiping menderita penyakit kanker paru-paru dan akhirnya dia berhenti berjuang setelah kankernya kian parah dan menggorogoti tubuhnya.

Gone to soon Aiping, jasa dan prestasimu akan tetap dikenang di dunia!

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Bulu Tangkis