Debut Mourinho di kandang Manchester United

Jose Mourinho merayakan gol Tottenham

Tidak terasa sudah hampir setahun berlalu ketika Mourinho dipecat oleh Manchester United dari posisi pelatih dan menggantikannya dengan Ole Gunnar Solskjaer.

Dini hari nanti (WIB), pelatih yang akrab disapa Mou ini, akan kembali ke Old Trafford, namun kini bersama klub barunya Tottenham Hotspurs. Terakhir kali Mourinho membawa klub lamanya menang, adalah ketika menghadapi Fulham dengan skor 4-1 musim lalu.

Mourinho akan melakukan perjalanan tandang ke kandang MU bersama pasukan Spurs. Kedatangan Mourinho memberi semangat baru kepada tim Tottenham setelah menggantikan pelatih lama Mauricio Pochettino, yang dipecat pada 19 November lalu.

Tiga kali pertandingan yang dijalankan di bawah asuhan Mourinho, semuanya berakhir dengan kemenangan untuk Spurs. Bintang muda Dele Alli, yang juga masuk dalam skuad timnas Inggris dikabarkan termasuk salah satu pemain yang menunjukkan perkembangan signifikan sejak kedatangannya.

Mourinho ketika masih di MU
Mourinho ketika masih di MU

Kondisi Spurs saat ini sangat bertolak belakang dengan kondisi klub lama Mou, Manchester United. Mourinho tentunya telah bersiap menghadapi MU yang kini berada di peringkat ke-10 klasemen Liga Premier Inggris. Sejauh ini MU hanya berhasil menang 4 kali dalam 14 laga di level liga. Catatan tersebut boleh dibilang prestasi terburuk MU sejak tahun 1990.

Banyak pihak mungkin skeptis dengan kemampuan Mou membawa Tottenham ke puncak prestasinya. Ada pula yang menuduh karakter Mourinho yang suka menjadi pusat perhatian pada akhirnya akan membawa Spurs kembali ke catatan buruk yang pernah ada. Ada pula yang membandingkan sepak terjang Mourinho ketika masih menangani Manchester United. Menjawab tudingan-tudingan yang ada, Mou menegaskan, ia telah berubah dan tidak akan mengulang kesalahan yang sama di Tottenham.

Aksi Mourinho ketika mendatangi seorang ball boy
Aksi Mourinho ketika mendatangi seorang ball boy

Suka atau tidak, semua aksi Mourinho selalu mendapat perhatian media massa. Lihat saja ketika ia mendatangi seorang ball boy yang memberikan bola cepat kepada pemain Spurs ketika menjamu Olympiakos. Aksi ball boy tersebut berbuah gol yang kemudian mengubah hasil akhir pertandingan. Bukan main girangnya Mourinho hingga memutuskan untuk mengundang sang ball boy ke ruang ganti Spurs untuk merayakan kemenangan tersebut. Dele Alli pun berulang kali memuji aksi Mourinho di ruang ganti yang menurutnya sangat mengangkat moral pemain Spurs.

Sebuah sumber internal Spurs mengungkapkan, kebiasaan Mourinho pun tidak banyak berubah. Ia masih sering menginap di hotel yang berdekatan dengan training ground Spurs, sebuah kebiasaan yang dilakukannya ketika masih di MU, tinggal di hotel selama hampir 3 tahun.

Berbeda dengan Pochettino yang sering menekankan latihan sekeras mungkin kepada pemain Spurs, Mourinho cenderung lebih santai dan terarah. Tentunya hal ini mempengaruhi intensitas latihan pemain, latihan difokuskan pada beberapa segmen secara lebih mendetail sesuai kemampuan masing-masing pemain.

Mourinho dalam sesi latihan Spurs
Mourinho dalam sesi latihan Spurs

Banyak anggapan jika Mourinho adalah tipe pelatih defensif yang lebih mementingkan kemenangan dibandingkan keindahan permainan bola. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat, karena Mou sebenarnya adalah sosok yang selalu terorganisir dalam segala hal, menyesuaikan dengan kondisi yang ada secepat mungkin.

Meski sudah memberikan tiga kemenangan beruntun kepada Spurs (ketika menghadapi West Ham, Bournemouth dan Olympiakos), satu dua pengamat sepak bola melihat, tidak ada hal yang istimewa, terlalu dini untuk memberi penilaian atas kinerja Spurs.

Bandingkan dengan saat-saat ketika Mourinho masih menangani Manchester United. MU sukses menaklukkan Bournemouth, Southampton dan Hull. Pertandingan keempat tidak berjalan sesuai rencana karena MU dikalahkan oleh Manchester City yang notabene skuadnya jauh lebih kuat dan merata kemampuannya.

Kala itu Henrikh Mkhitaryan menjadi pelampiasan Mourinho, ia ditukar pada saat jeda berakhirnya babak pertama. Sejak saat itu, Mkhitaryan tidak pernah diturunkan lagi hingga nyaris tiga bulan. Tidak lama ia pun dilego ke Arsenal, dibarter dengan Alexis Sanchez. Dalam sesi wawancara, Henrikh Mkhitaryan mengakui jika hubungannya dengan sang pelatih dalam titik terendah.

Mourinho mungkin sudah berubah. Perlakuan berbeda diterima oleh Eric Dier, ketika menjamu Olympiakos, Mou mengganti Dier ketika pertandingan baru berjalan 29 menit, secara terbuka Mourinho meminta maaf kepada pemain bersangkutan. Lazimnya pelatih baru akan mengganti pemain ketika berakhirnya babak pertama, Mou punya alasan kuat, ia ingin mengubah strategi permainan menjadi lebih menyerang, Christian Eriksen dimasukkan menggantikan Dier. Keputusan ini sangat tepat, Spurs tampil lebih menyerang dan akhirnya bisa membalikkan keadaan menjadi kemenangan untuk tim tuan rumah.

Christian Eriksen akan meninggalkan Spurs musim depan
Christian Eriksen akan meninggalkan Spurs musim depan

Berbicara tentang Christian Eriksen, kini petinggi Tottenham sibuk mencari klub yang ingin membelinya. Banderol sang pemain pun telah didiskon ke nilai 40 juta Poundsterling demi menarik minat klub lain.

Pemain timnas Denmark ini akan berakhir kontraknya pada musim panas mendatang, kondisi ini memungkinkannya untuk melakukan kesepakatan awal dengan klub lain di luar liga Inggris pada Januari mendatang.

Tottenham tentunya tidak ingin pemain ini lepas begitu saja dengan status free transfer. Jika ini terjad, klub akan mengalami kerugian finansial, angka 40 juta Poundsterling menurut mereka masih wajar karena sebelumnya Eriksen sempat dibanderol diatas 50 juta Poundsterling.

Meski diketahui Eriksen akan meninggalkan Spurs, ia sering diturunkan dalam skuad utama dalam laga-laga yang dijalani Spurs. Banyak pihak menduga, ini merupakan salah satu upaya untuk menahannya agar betah bersama klub asal kota London ini.

Kedatangan Mourinho pun dikabarkan tidak sanggup menahan keinginannya untuk pergi. Eriksen bahkan sempat ditawarkan gaji 200 ribu Poundsterling per pekan namun ia menolaknya.

Eric Dier hanya sempat diturunkan selama 29 menit
Eric Dier hanya sempat diturunkan selama 29 menit

Pada pertandingan ketiga menjamu Bournemouth, Mou memberikan kompensasi kepada Eric Dier dengan menurunkannya penuh selama 90 menit pertandingan. Jose Mourinho tampaknya berusaha keras untuk menjadi pelatih yang disukai semua pemain. Bandingkan dengan sepak terjangnya selama ini yang terkesan angkuh dan sangat narsis. Apakah Mou sudah berubah?

Dalam hal perolehan gol, ketika masih mengurus MU, untuk mencapai lebih dari 10 gol, Mourinho membutuhkan 7 pertandingan, sementara di Spurs, Mourinho hanya membutuhkan 3 pertandingan.