Herry IP Dilema Dalam Menentukan Pasangan Ganda Putra Untuk Berlaga Di Olimpiade 2020

TERBIT.COM – Sektor ganda putra di squad Badmiinton Indonesia menjadi sektor yang paling siap dalam kurun waktu satu tahun menjelang gelaran Olimpiade yang akan berlangsung di Tokyo, Jepang 2020. Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi akan mengalami kebingungan ketika ia melihat kehebatan kehebatan pasangan ganda putra dalam kurun waktu satu tahun menuju Olimpiade 2020.

Partai ganda putra Indonesia memang saat ini memiliki 3 pasangan yang menempati posisi 10 besar dunia, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan serta Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto.

The Minions kini menempati posisi ranking satu dunia, sementara itu The Daddies usai meraih gelar juara dunia, naik peringkat menjadi nomor 2 dunia, sedangkan Fajri berada di peringkat ke 6 dunia.

Kevin/Marcus atau The Minions menjadi pasangan ganda putra yang paling dominan dalam waktu tiga tahun terakhir terutama dalam gelaran seri turnamen BWF. Di akhir tahun, pasangan ini juga selalu menjadi pemain yang berhasil mengumpulkan gelar terbanyak.

Namun salah satu kelemahan pasangan rangking 1 dunia tersebut dibalik dari kehebatan-kehebatannya yakni mereka selalu gagal mendapat mendali di tiga kejuaraan dunia yang telah diikutinya.

Hal tersebut tentunya akan menjadi beban tersendiri bagi Minions dalam persiapannya menuju Olimpiade 2020. Kevin/Marcus seolah kesulitan untuk mendapatkan level permainan terbaik mereka setiap kali tampil dalam Badminton World Championship.

The Dadies sendiri merupakan juara dunia terkini. Pasangan senior tersebut memang sempat dipisah di akhir 2016 namun kemudian mereka kembali berpasangan 2018 yang kemudian berhasil meraih banyak pretasi di tahun ini, yang utama adalah gelar All England dan juga Kejuaraan Dunia.

Hendra/Ahsan mampu menunjukan bahwa pengubahan gaya main yang membuat mereka mampu kembali bersaing dengan generasi baru di badminton. The Daddies juga tidak gugup untuk diajak bermain cepat dan mereka tetap bisa bertahan jika durasi permainan terbilang panjang.

Fajar/Rian juga merupakan sosok pasangan muda yang penuh dengan energy. Dalam level terbaiknya, Fajri mampu menaklukan pemain penain papan atas dunia.

Usai menuai hasil yang buruk di paruh awal tahun 2019, Fajri kemudian mampu merebut mendali perunggu di ajang Kejuaraan Dunia 2019.

Hasil di Kejuaraan Dunia tersebut berhasil membangkitkan kepercayaan Fajar/Rian untuk dapat lebih menuai banyak prestasi di tournament-tournament berikutnya.

Persaingan akan Semakin Sengit

Coach Herry IP pernah menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlalu focus pada dua pasangan saja dalam persiapannya menuju Olimpiade mendatang. Ia juga ingin membuka pintu yang selebar lebarnya untuk pasangan lain dalam bersaing hingga akhir waktu penentuan squad untuk berlaga di Olimpiade telah tiba.

Untuk gelaran Olimpiade, setiap negara maksimal mengirimkan dua wakilnya, itu juga dengan syarat bahwa kedua pasang ganda terseut berada di posisi delapan besar dalam penghitungan akhir poin kualifikasi menuju Olimpiade.

Jika melihat ranking saat ini, Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra adalah menjadi dua wakil yang layak untuk mewakili Indonesia di Olimpiade 2020.

Namun dalam perjalanan kualifikasi yang masih panjang. Fajar/Rian masih bisa mencuri perhatian coach Herry IP. Hasil-hasil di turnamen BWF hingga tahun depan bakal jadi pertimbangan matang untuk menentukan dua wakil yang layak pergi ke Tokyo.