Connect with us

Berita Bola

Tottenham akan bernasib sama dengan MU

Pochettino
Harry Kane

Harry Kane

Kekalahan 3-0 ketika dijamu tim papan tengah; Brighton & Hope Albion tentunya sangat memalukan bagi Tottenham yang pada musim lalu merupakan finalis Liga Champions.

Spurs seolah belum lepas dari bayang-bayang kekalahan menyakitkan ketika menjamu Bayern Munich di Tottenham Hotspur Stadium. Kala itu Spurs kalah telak 2-7.

Beberapa saat sebelum menjalani kick-off, lagi-lagi sang pelatih; Mauricio Pochettino, kembali mengingatkan para pemain Tottenham untuk segera melupakan kekalahan atas Bayern Munchen minggu lalu dan fokus menatap ke depan.

Hasilnya…. Spurs kembali dikalahkan 3-0 oleh tim tuan rumah. Tentu saja hal ini mengejutkan banyak pihak, apa yang sebenarnya terjadi dengan klub sebesar Tottenham Hotspurs. Performa klub ini seolah semakin tenggelam ke
bawah.

Ada yang menyamakannya dengan kondisi klub Manchester United yang masih belum mampu bangkit hingga sekarang, meskipun sudah mendatangkan dua pemain belakang yang banderolnya cukup mahal.

Brighton bukanlah tim yang sulit dikalahkan. Tim ini mempunyai catatan buruk belum pernah menang sekali pun di dalam kandang sejak bukan Maret lalu. Jika Tottenham sampai kalah ketika menghadapi tim ini, tentunya ada yang salah dengan internal klub tempat Harry Kane bernaung ini.

Tidak lama lagi, akan ada jeda beberapa hari untuk pertandingan internasional. Pochettino tentu punya waktu cukup banyak untuk mengevaluasi performa tim beberapa minggu ke belakang. Para pemain pun setidaknya bisa beristirahat sejenak untuk menenangkan pikiran dan mental.

Ketika berbicara mengenai penampilan di lapangan, baik lini depan, tengah dan belakang Spurs, semuanya gagal menunjukkan permainan terbaik mereka selama ini. Permasalahan kontrak pemain yang tidak kunjung usai pun ditenggarai menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas permainan Spurs.

Sebut saja Toby Alderweireld, Christian Eriksen atau Jan Vertonghen, tidak satu pun dari mereka yang mengetahui, kemana sebenarnya arah klub ini mau dibawa.

Pochettino pernah bercerita, komposisi pemain yang ada saat ini, belum memenuhi ekspektasinya; petinggi klub Daniel Levy pernah dianggap kurang berusaha untuk mendatangkan pemain baru.

Sang manager seolah dipaksa untuk bertahan tanpa mendatangkan pemain yang bisa membawa perubahan signifikan. Bukan rahasia lagi jika Daniel Levy dikenal sangat ‘pelit’ dalam mengeluarkan anggaran besar untuk pemain baru.

Meski demikian, Pochettino berpendapat, bulan Januari mendatang merupakan kesempatan untuk memboyong pemain baru lagi. Statistik menunjukkan, sepanjang tahun 2019 ini, Spurs sudah kalah sebanyak 17 kali, menunggu hingga Januari mendatang tentu saja bukan solusi terbaik yang dinanti para fans Spus.

Jika diperhatikan, rekor kandang Spurs juga tidak kalah menyedihkan, hanya tiga kali kemenangan yang mereka raih dalam 18 kali pertandingan sebagai tuan rumah dalam berbagai ajang sepak bola. Ada klub Arsenal, Olympiakos, Leicester dan Bayern Munchen yang menghiasi catatan buruk Spurs. Ini membuat Pochettino mempertanyakan mentalitas para pemainnya.

Selama ini, Tottenham dikenal dengan pola permainan menyerangnya yang sangat agresif. Ini merupakan ciri khas strategi yang diterapkan oleh Pochettino sejak pertama kali menangani Spurs beberapa tahun yang lalu. Hal bertolak-belakang terlihat ketika dijamu Brighton, Spurs terlihat bermain kurang semangat dan seperti tim yang sangat kelelahan.

Lini pertahanan

Masalah: performa terus menurun

Pertahanan Spurs menorehkan catatan terbaiknya selama dua musim yaitu musim 2015 sampai dengan 2017. Rekor ini pun hilang sejak 2018 lalu menyusul rekor buruk kebobolan 10 gol dalam dua pertandingan.

Hugo Lloris cedera

Hugo Lloris cedera

Musim ini, Spurs pernah dua kali clean sheets (sebuah catatan dimana kandang sama sekali tidak kemasukan gol dari tim lawan). Tampaknya torehan ini akan sulit terulang kembali karena sang kiper utama Hugo Lloris diperkirakan akan absen untuk jangka waktu cukup lama karena cedera dislokasi siku lengan. Lloris yang juga merupakan kiper timnas Perancis melakukan kesalahan fatal karena mendarat dengan posisi yang salah sewaktu menahan tembakan pemain Brighton & Hope Albion. Kesalahan ini harus dibayar mahal juga oleh Spurs. Digantikan oleh kiper cadangan, alhasil skor akhir 3-0 untuk tim lawan.

Alderweireld dan Vertonghen, kontrak keduanya akan habis pada musim panas mendatang. Klub pun belum juga memberi kepastian dengan menawarkan kontrak baru, kondisi ini tentu saja mempengaruhi psikis kedua pemain akan kondisi penuh ketidakpastian ini. Performa lini belakang Spurs terlihat semakin melemah dalam beberapa pertandingan terakhir.

Catatan musim 2017-2018 lalu menunjukkan, baik Kieran Trippier maupun Ben Davies memiliki prestasi mentereng dengan menciptakan lebih banyak peluang untuk lini depan Spurs jika dibandingkan dengan pemain bertahan dari klub lain. Musim lalu, Trippier hanya mampu membayangi prestasi dari Lucas Digne dari Everton serta Andrew Robertson dari Liverpool.

Musim ini, rekan Robertson yaitu Trent Alexander-Arnold telah menciptakan 30 peluang untuk lini depan namun tidak ada satu pun pemain belakang Spurs yang mampu menorehkan catatan mendekati angka 10.

Di sisi kiri lini pertahanan Spurs, kita tahu ada Ryan Sessegnon yang masih cedera, tinggal Ben Davies dan Danny Rose yang penampilannya jauh di bawah level terbaiknya. Rose diketahui hampir meninggalkan Spurs pada musim panas lalu namun tidak jadi.

Di sisi kanan lini pertahanan Spurs, Pochettino harus memutar otak untuk merotasi Davinson Sanchez dan Moussa Sissoko untuk mengisi posisi Serge Aurier yang harus absen dalam laga menghadapi Brighton karena hukuman larrangan bertanding.

Lini tengah

Masalah: kurang solid dan seimbang

Tanguy Ndombele dan Giovanni Lo Celso diharapkan bisa membawa warna baru dalam lapangan tengah Spurs, kenyataannya, masalah cedera dan penampilan yang tidak konsisten membuat rencana awal Pochettino menjadi berantakan.

Harry Wink yang kerap diturunkan sebagai pendukung playmaker, membutuhkan dukungan yang lebih solid dari lini pertahanan Spurs ketika formasi berlian diterapkan oleh Pochettino. Eric Dier yang baru kembali diturunkan, sudah tidak sebaik penampilannya beberapa tahun lalu.

Eriksen yang menjadi motor serangan Spurs pun sudah menurun jumlah assistnya ke jantung pertahanan tim lawan jika dibandingkan dengan catatan pada musim sebelumnya. Erik Lamela hanya menciptakan sebuah gol dalam sembilan kali penampilannya.

Bagaimana dengan Dele Alli? Setelah pulih dari cedera hamstring pada awal musim, Alli belum mampu menunjukkan peranan berarti dalam skuad Spurs, terlebih ketika bermain menghadapi Olympiakos dan Bayern Munich. Pemain bersangkutan bahkan telah kehilangan posisinya dalam skuad timnas Inggris saat ini.

Lini depan

Masalah: kurang mendapatkan kesempatan

Harry Kane merupakan tipikal penyerang dengan persentase penyelesaian yang cukup baik. Terlepas dari konsistensi gol yang diciptakan dalam semua pertandingan yang dijalankannya, para analis berpendapat, seharusnya Kane mendapatkan lebih banyak suplai bola dari rekan setimnya.

Jika melihat statistik Kane, ia mendapat lebih sedikit peluang pada musim ini dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Ketika meladeni duel dengan pemain bertahan Brighton pun, baik Kane maupun Son Heung Min memang gagal melakukan penyelesaian akhir ke gawang lawan. Namun kesalahan bukan sepenuhnya milik mereka berdua karena suplai bola dari lini belakang sangat minim.

Pertanyaannya adalah, sanggupkan Tottenham bangkit kembali pada pertandingan berikutnya dengan mengalahkan Watford serta melanjutkan laga Liga Champions dengan menjamu Red Star Belgrade? Atau Tottenham akan bernasib sama dengan MU?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Berita Bola