Connect with us

Berita Bola

Sejarah Singkat Si Nyonya Tua Dari Italy

TERBIT.COM – Si Nyonya Tua atau Juventus adalah salah satu klub yang disegani di dataran Italy, bahkan di Eropa. Juventus merupakan klub Italy yang paling sukses dan paling banyak mendapatkan gelar, baik lokal atupun Eropa.

Hingga tahun 2012, Bianconeri atau julukan untuk Juventus berhasil menggenggam 28 gelar liga Italy. Namun Bianconeri juga sempat terpuruk yaitu pada pertengahan hingga akhir dekade 2000an, klub raksasa Italy ini degradasi ke serie B akibat skandal badai korupsi yang mengguncang sepak bola Italy.

Sejarah Juventus

Dalam buku A History of Black and White (2015), Adam Digby menyebutkan bahwa pada tahun 1897 ada sekelompok anak laki-laki yang sekolah di Massimo D’Azeglio, Turin mendirikan sebuah klub sepak bola. Dan mereka sepakat memberi nama klub barunya dengan nama Juventus. Diggy juga menyebutkan bahwa Juventus tidak mempresentasikan sebuah kota, namun berasal dari bahasa Latin dan memiliki makna “pemuda”.

Juventus berhasil mendapatkan gelar pertamanya pada tahun 1905, namun di tahun berikutnya terjadi perpecahan klub. Presiden Juventus kala itu Alferdo Dick yang kecewa, mundur dan membawa beberapa pemain bersamanya untuk membentuk tim baru bernama FBC Torino. Klub tersebut sekarang menjadi rival sekotanya, namun tidak mendapatkan kesuksesan yang sama seperti Si Nyonya Tua.

Kemudian pada tahun 1925-1926, Juventus berhasil memenangkan juga liga. Ini adalah gelar kedua yang diraih oleh Juventus. Pasca itu, Juve kembali puasa gelar, bahkan hingga dua dekade. Kebangkitan datang kembali pada tahun 50an, dan Juve berhasil meraih 4 gelar liga.

Salah satu manager Juventus yang paling sukses, Giovanni Trapatonni yang bergabung tahun 1976. Trapatonni berhasil membawa Juventus memenangkan semua kompetisi klub URFA dan enam juara liga sekitar tahun 1976-1986. Selama ia menjabat, Juve berhasil mengantongi 20 gelar liga da mendapatkan Piala Eropa pertamanya di tahun 1984. Ini adalah periode emas dengan dua pemain legendaris Paolo Rossi dan Michel Platini.

Dipertengahan tahun 1990, Marcello Lippi mengambil alih Bianconeri. Dan ia juga berhasil memenangi tiga gelar liga dan satu Piala Eropa. Zidane dan Alessandro Del Piero lah salah satu pemain besar kala 90an hingga 2000an.

Dan pada tahun 2006, Juve terpaksa harus degradasi ke serie B akibat pada tahun 2005 dibawah Fabio Capello terlibat skandal pengaturan pertandingan Calciopoli. Maka hukumannya selain harus terdegradasi juga dilucuti gelar yang mereka menangkan. Dan akibat dari skandal tersebut juga, Manager Umum Juventus kala itu Luciano Moggi sebagai aktor utama, dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidupnya.

Skandal itu merusak reputasi Bianconeri, karena ini kali pertama Juve harus bermain di serie B. Dan sejumlah pemain bintang juga lebih memilih hengkang, daripada harus tinggal. Namun Piero yang merupakan kapten Juventus pada saat itu lebih memilih untuk bertahan. Dan alasannya saat itu adalah bahwa lelaki sejati takan pernah meninggalkan wanitanya. Pernyataan ini cukup menggetarkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Berita Bola