Connect with us

Berita Bola

PT LIB Belum Pikirkan Menggunakan VAR di Liga 1 2019

TERBIT.COM – Penggunaan video assistant referee (VAR) saat ini bukanlah hal yang asing lagi di dunia persepak bolaan. Namun, Dirk Soplanit, Direktur Utama Interim PT Liga Indonesia Baru (LIB), belum memikirkan lebih jauh untuk menggunakan teknologi video assistant referee (VAR) pada gelaran Liga 1 2019 8 Mei mendatang.

Video assistant referee (VAR) kini bukanlah hal yang asing untuk para pecinta sepak bola khususnya di sepak bola Eropa. Pasalnya, penggunaan VAR merupakan hal yang wajib untuk kompertisi sepak bola luar negeri. Namun meskipun demikian, tampaknya penerapan VAR di dunia sepak bola Indonesia masih terlalu berat untuk diterapkan.

Direktur Utama Interim PT Liga Indonesia Baru (LIB), Dirk Soplanit mengatakan bahwa hingga saat ini pihak PT LIB masih belum memikirkan terlalu jauh mengenai penerapan VAR untuk pagelaran Liga 1 2019 nanti. Dirinya mengaku bahwa sekarang sedang sibuk mematangkan persiapan Liga 1 2019 yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Oleh karena itu penggunaan VAR di Indonesia masih belum akan dilakukan pada gelaran Liga 1 2019 ini.

Seiring perkembangan zaman, VAR kini dianggap bisa menyelesaikan masalah-masalah kontroversial yang sering terjadi di lapangan. Tujuan utama penggunaan VAR dalam pertandingan sepak bola adalah untuk meminimalisasi keputusan-keputusan kontroversial dari sang pengadil pertandingan di lapangan. Karena jangkauan pandangan wasit itu fokusnya terbagi-bagi sehingga ada kalanya keputusannya dianggap tidak sesuai dengan apa yang dilihat oleh pemirsa di rumah.

Penggunaan VAR di Indonesia sedang hangat di perbincangkan. Banyak pecinta sepak bola di Indonesia berharap bahwa Indonesia bisa menerapkan teknologi VAR dalam setiap kompetisi sepak bola. Apalagi, saat ini dunia sepak bola Indonesia baru saja diwarnai dengan aksi keributan yang akibat oleh kesalahan wasit pada pertandingan di perempat final Piala Presiden 2019. Pertandingan tersebut merupakan pertandingan antara Persija Jakarta vs Kalteng Putra di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kamis (28/03/2019) lalu.

Pada pertandingan tersebut, sang pengadil pertandingan, Thoriq Alkatiri membiarkan dua gol yang dianggap ganjil. Pasalnya gol pertama yang dicetak oleh pemain Kalteng Putra, Patrich Wanggai dianggap mencetak gol dengan menggunakan tangan. Dan terakhir gol yang dicetak oleh pemain Persija Jakarta, Bruno Matos yang pada saat ini berada di posisi offside. Keputusan yang dikeluarkan oleh Thoriq Alkatiri ini pun menuai banyak komentar publik.

Publik Indonesia membayangkan jika seandainya sudah ada VAR dalam setiap pertandinggan, mungkin permasalahan yang telah terjadi pada pertandingan Persija Jakarta melawan Kalteng Putra tidak akan terjadi lagi. Selain itu, saat ini dua negara di ASEAN sudah menggunakan teknologi VAR di lapangan pertandingan sepak bola. Dua Negara tersebut adalah Vietnam dan Thailand.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Berita Bola