Connect with us

Berita Bola

PSSI “Dulu Terhormat, Kini Murahan” Mau Dibawa Kemana Sepakbola kita?

TERBIT.COM – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) merupakan organisasi besar yang lahir pada masa kolonial. PSSI lahir pada tanggal 19 April 1930 yang pencetusnya adalah Soeratin Sosrosoegondo yang mana PSSI ini dijadikan sebagai salah satu alat untuk menentang penjajahan Belanda karena melalui sepakbola ini mereka bisa membubarkan NIVU selaku federasi Hindia-Belanda. Dulunya organisasi ini merupakan salah satu organisasi paling berwibawa namun saat ini organisasi sepakbola tersebut sudah hilang kewibawaannya dan cenderung murahan.

Pada tanggal 19/04/2019, PSSI sedang berulang tahun ke 89, namun sayangnya citra PSSI saat ini sudah semakin ruksak apalagi di mata para pecinta bola, reputasi kehancuran tersebut berawal dari satu decade terakhir ini dimana mantan ketua PSSI, Nurdin Halid di penjara akibat kasus dari gula import illegal. Kejadian tersebut berlanjut yang mana pada beberapa bulan terakhir ini Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono dan beberapa anggota PSSI lainnya juga kembali di tangkap atas kasusnya yaitu isu pengaturan skor.

Kasus-kasus yang terjadi saat ini tentunya membuat PSSI dikecam sebagai organisasi yang murahan karena setelah tahun 1987 dan 1991, pencapaian sepakbola Indonesia tidak bisa bicara banyak lagi di level Internasional. Selepas prestasi yang semakin menjauh, banyak sekali kasus-kasus yang bertebaran seakan menjadi santapan para pecinta bola. Masalah demi masalah, kasus demi kasus terus berlanjut sampai akhirnya kursi kepengurusan PSSI jatuh di tangan Edy Rahmayadi.

Namun jalan panjang kasus masih belanjut, isu match fixing semakin merebak, beberapa anggota PSSI yang terlibat seperti Johar Ling Eng serta Hindayat selaku exco, Dwi Irianto selaku anggota komdis sampai dengan anggota perwasitan di tangkap oleh tim satgas anti mafia bola. Dari banyaknya kasus-kasus dan slogam “Edy Out” membuat ketua PSSI di periode tersebut letakkan jabatan. Pada awal tahun 2019 Edy Rahmayadi meletakkan jabatannya karena merasa di khianati oleh orang yang ada di PSSI.

Selepas dari pelepasan jabatan tersebut membuat Joko Driyono mengambil alih posisi menjadi ketua PSSI. Namun hal ini tidak akan bertahan lama karena Joko Driyono pun di tangkap oleh Satgas akibat dari perusakkan serta penghilangan bukti terkait match fixing.

Saat ini, tugas tersebut jatuh ke tangan Iwan Budianto walaupun beberapa kabar beredar bahwa yang memegang ketua PSSI sekarang adalah Gusti Randa sebagai rekomendasi yang telah ditandatangani berdasarkan surat dari Joko Driyono.

Masalah di usia PSSI ke 89 tersebut tidak kunjung berhenti, saat ini organisasi sepakbola tersebut dijerat hutang dengan nominal yang tidak sedikit. Utang-utang tersebut menyebar ke public setelah finalis sepakbola liga 3 seperti Persik Kediri serta PSCS Cilacap telah menuntut hak-hak mereka. Dari masalah-masalah yang terjadi terus-terusan membuat para pecinta sepakbola bertanya. Di usia ke 89 ini, PSSI ko malah makin ruwet?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Berita Bola