Connect with us

Berita Bola

Persiapan Inggris jelang kualifikasi Euro 2020

Gareth Southgate

Timnas Inggris diperkirakan akan dengan mudah lolos kualifikasi Euro 2020, pada Jumat malam ini ketika menghadapi Republik Ceko. Dengan jadwal pertemuan yang ada saat ini, Inggris akan mengunjungi Bulgaria untuk pertandingan selanjutnya. Ini bisa menjadi kesempatan bagi pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate untuk menemukan komposisi pemain yang pas.

Setelah berakhirnya jeda internasional, pasukan Southgate hanya akan menjalani dua kali pertandingan kualifikasi di bulan November, beberapa kali pertandingan persahabatan di bulan Maret dan dua pertandingan pemanasan pada akhir musim sebelum dimulainya Euro 2020 tahun depan.

Perlu diketahui, Gareth Southgate perlu melakukan pembenahan pada beberapa masalah yang ada.

Lini pertahanan

Meskipun Inggris berkelimpahan dengan stok pemain belakang yang tangguh namun menemukan komposisi pemain yang pas adalah kuncinya. Di lini pertahanan, fokus utamanya ada pada bek tengah dan bek kanan.

Bek tengah (center back)
Kondisi lini pertahanan bagian tengah Inggris selalu menjadi pertanyaan bagi para pengamat sepak bola. Sejak piala dunia lalu, Southgate telah mencoba merotasi kombinasi pemain sebanyak tujuh kali pada jantung pertahanan timnas Inggris.

Harry Maguire

Harry Maguire

Sebelumnya Southgate sempat mempertahankan formasi tiga bek. Percobaan yang pertama dengan memasangkan John Stones, Harry Maguire dan Joe Gomez ketika menghadapi Spanyol. Selanjutnya Southgate memadukan Kyle Walker, James Tarkowski
dan Maguire ketika menghadapi Swiss dalam dua pertandingan internasional setelah Piala Dunia 2018 di Rusia. Setelah itu, Southgate kembali ke formasi empat pemain belakang.

Pada formasi empat pemain belakang ini, fokus utamanya ada pada pasangan center bek. Tercatat telah dilakukan lima kali percobaan terhadap center bek dalam sepuluh pertandingan internasional yang dijalankan oleh Inggris. Kombinasi pasangan itu melibatkan pemain seperti Gomez, Stones, Michael Keane, Lewis Dunk dan Maguire.

Hasilnya…Southgate melihat, Gomez mampu menunjukkan performa terbaiknya untuk timnas meskipun kurang menonjol ketika membela timnya Liverpool. Bek Aston Villa, Tyrone Mings yang juga sempat menarik perhatian Southgate, hingga kini belum juga diturunkan karena dianggap minim pengalaman. Southgate juga masih perlu pertimbangan matang untuk menurunkan Fikayo Tomori, pemain muda Chelsea yang sedang bersinar.

Bek kanan
Sejauh ini, Southgate punya keleluasaan untuk memilih pemain bek kanan dengan banyaknya stok pemain yang tersedia. Sebut saja Trent Alexander-Arnold, pemain muda ini punya catatan yang apik ketika tampil memperkuat Liverpool. Kala itu Jurgen Klopp memberinya kesempatan untuk masuk dalam starting eleven Liverpool dan Trent membayarnya dengan performa yang stabil dalam setiap laga yang dijalani. Meski mempunyai peranan sebagai bek, Trent sering menciptakan peluang-peluang yang berbuah gol bagi Liverpool. Statistik menunjukkan, torehan Trent hanya bisa disaingi oleh Kevin De Bruyne yang memperkuat Manchester City.

Trent Alexander-Arnold

Trent Alexander-Arnold

Bagaimana dengan Kieran Trippier yang baru saja pindah ke Atletico Madrid? Petinggi Tottenham mungkin menyesal karena telah terburu-buru melepasnya ke klub lain. Pelatih Atletico, Diego Simeone yang kini terus mengasah kemampuan bertahannya di lini belakang; bahkan menjanjikan posisi starting eleven kepadanya. Suatu kesempatan yang sulit ia dapatkan selama ini di Tottenham.

Lalu ada Aaron Wan-Bissaka, bek yang sedang cedera ini, telah menguras kocek Manchester United sebesar 50 juta Poundsterling pada musim panas lalu. Masih ada Kyle Walker dan Reece James yang memperebutkan posisi ini. Kebugaran pemain menjadi fokus utama Southgate untuk menghadapi pertandingan demi pertandingan yang ada. Southgate harus siap dengan stok pemain cadangan jika saja ada yang cedera.

Lini tengah

Dengan pola permainan 4-3-3 yang diterapkan Southgate, menemukan komposisi tiga pemain yang mengisi lini tengah mungkin merupakan tantangan terberat baginya. Tipe pemain tengah yang dibutuhkannya adalah pemain yang punya mobilitas tinggi untuk menyalurkan bola ke lini depan namun juga sekaligus bisa dengan cepat turun ke bawah untuk membantu barisan pertahanan jika dibutuhkan.

Masalah ini sebenarnya masalah klasik dari timnas Inggris, mengingat pola penyerangan yang menyalurkan bola melalui lini tengah. Memilih pemain yang tepat tidaklah mudah, Southgate harus segera mengambil keputusan sebelum Inggris sampai pada fase harus menghadapi tim-tim tangguh pada fase selanjutnya.

Declan Rice

Declan Rice

Declan Rice, Ross Barkley dan Jordan Henderson merupakan tiga pemain yang diturunkan ketika Inggris menghadapi Bulgaria dan Kosovo pada September lalu. Tidak ketinggalan, masih ada James Maddison yang terpaksa harus absen dalam tiga pertandingan karena sakit, kemudian masih ada Harry Winks dan Mason Mount.

Harry Winks mungkin unggul dalam hal passing bola jika dibandingkan dengan Declan Rice. Pertanyaannya, mampukan Winks menyamai kemampuan Rice dalam hal bertahan? Mampukah Maddison dan Mount mengembangkan kreativitas permainannya melebihi yang bisa dilakukan oleh Henderson dan Barkley? Mount akan diturunkan malam ini, tentunya jawaban atas pertanyaan ini akan kita dapatkan setelah pertandingan. Belum lagi Dele Alli dan Alex Oxlade-Chamberlain yang mungkin akan dipanggil kembali pada musim panas mendatang.

Lini depan

Di zona depan, Southgate mempunyai banyak pilihan penyerang berbahaya yang bisa diandalkan. Jika saja Southgate memutuskan memberikan tempat kepada Harry Kane dan Raheem Sterling, siapakah pemain ketiga yang akan dipanggil?

Marcus Rashford mungkin mendapat kesempatan ini, sempat mencetak gol ketika menghadapi Bulgaria, Rashford kesulitan menemukan performa terbaiknya di Manchester United.

Jadon Sancho

Jadon Sancho, tumpuan lini depan Inggris

Ada pula Jadon Sancho, pemain muda berusia 19 tahun yang kini membela Borussia Dortmund. Bertolak belakang dengan Rashford, Sancho jutru tampil gemilang baik di level internasional maupun di Bundesliga.

Alternatif lain, ada Callum Hudson-Odoi yang lebih muda setahun. Menyumbang tiga assist dan sebuah gol dalam empat kali penampilannya bersama Chelsea, Odoi sering dikaitkan dengan tim U21 selama ini. Terakhir, ada rekan setim Odoi, Tammy Abraham yang memuncaki top skor liga Inggris dengan delapan gol. Abraham merupakan tipikal penyerang yang lebih cocok ditempatkan sebagai penyerang tengah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Berita Bola