Connect with us

Berita Bola

Pandemi Covid-19 Jadi Alasaan Liverpool dan MU Bentuk Project Big Picture

MU dan Liverpool bentuk Project Big Picture

Berita Sepakbola – Krisis keuangan yang terjadi pada klub-klub Liga Inggris karena Covid-19 memaksa mereka harus bekerja sama dalam menciptakan inovasi yang efektif. Hal ini akhirnya membuahkan proposal reformasi struktur Liga Inggris musim ini.

Rencana proposal tersebut bernama Project Big Picture yang menjadi ide dari dua klub Liga Inggris yakni Liverpool dan Manchester United. Diskusi tentang ide dalam proposal tersebut telah dilakukan oleh Ketua EFL yakni Rick Parry dan presiden Liverpool, John W Henry serta petinggi MU yakni Joel Glazer. Selain kedua tim, ada juga dari Manchester City, Chelsea hingga Tottenham.

Diskusi yang mereka jalankan tersebut melahirkan kesepakatan dua hal utama, yaitu peningkatan signifikan pada hal finansial dari Liga Primer ke liga yang lebih kecil serta perubahan tata kelola yang substansial pada Liga ini.

Project Big Picture menjadikan beberapa klub EFL akan memperoleh 25% dari semua pendapatan Liga Primer dan EFL dengan uang muka dan tidak adanya biaya parasut dan talangan sampai 250 juta poundsterling akan diberikan pada 72 klub dengan dampak krisis keuangan yang berat. FA juga diminta memberikan 100 juta poundsterling karena adanya rencana penghapusan Community Shield dan Piala FA.

Perubahan tersebut pastinya akan membuat posisi klub-klub besar semakin naik, menyudahi sistem divisi satu klub satu suara. Itu berarti, pemegang saham besar dalam waktu lama, diantaranya Liverpool, MU, Chelsea, hingga Arsenal akan memiliki hak suara yang menjadikan enam dari mereka dapat melakukan veto aturan baru.

Menurut EFL, itu akan memberikan kemampuan dalam menyetujui kesepakatan televisi dan adanya perubahan pada “aturan dan regulasi pengeluaran biaya”. Mereka juga bisa melakukan veto pada pemilik klub baru untuk mencegah adanya perubahan dalam distribusi pendapatan siaran seperti sekarang ini.

Klub Liga Inggris di luar dari klub big six disebut-sebut ragu dengan kekuasaan pada sejumlah kecil tim dan tidak memiliki rencana akan memperoleh minimal 14 suara dari 20 klub Liga Primer supaya disetujui.

Rick Parry

Ini menjadi hal yang khusus diperhatikan pada klub-klub besar yang bisa saja mengontrol hal pembagian pendapatan siaran. Saat ini, ada sembilan pemegang saham dalam divisi atas yang bisa memberikan dukungan dalam pengumpulan suara mengenai keputusan tersebut.

Untuk poin kedua, yakni reformasi tata kelola di Liga, Project Big Picture terdiri dari berkurangnya jumlah kontestan pada Liga Primer, menjadi 18 tim. Dua tim paling bawah akan terdegradasi. Untuk League One dan League Two akan tetap memainkan 24 tim.

Klub pada posisi ke-16 Liga wajib bermain dalam play-off melawan tim ketiga, keempat, serta kelima Championship. Hal ini bisa membuat Community Shield dan Piala Liga dihapus. Dukungan penuh pada proposal ini ditunjukkan oleh Parry. Dia beranggapan jika ini menjadi awal baru dalam perkembangan sepak bola di semua tingkatan.

Parry menyebutkan jika proposal Project Big Picture tidak akan menawarkan perlindungan pada klub-klub besar yang ingin mengubah kesepakatan di masa mendatang sesuai dengan kebutuhan mereka. “Klub seperti Liverpool, MU, dan lainnya ingin melakukan perubahan yang positif pada pertumbuhan finansial dalam sepak bola Inggris. Ini mengenai kekuasaan yang harus dilaksanakan dengan tanggung jawab,” papar Parry.

Dengan banyaknya dukungan tentu ada pihak yang tidak setuju. Kritik datang dari Pemerintah Inggris. Pada Minggu (11/10/2020), pihak pemerintah mengungkapkan jika proposal tersebut menjadi sebuah kesepakatan di belakang yang dapat menciptakan hal yang tertutup pada level tertinggi sepak bola. Proposal ini juga memperoleh kritikan dari sisi suporter.

Selain itu, pihak Liga Inggris juga mengaku kecewa dengan dukungan Parry pada proposal Project Big Picture tersebut. Mereka menilai jika rencana ini akan berpotensi menguntungkan klub atas saja. Liga Primer mengungkapkan agar semuanya dibicarakan dengan baik dan persiapan yang lengkap dan tepat supaya mengumtungkan semua pihak.

“Sepak bola mempunyai banyak pemangku kepentingan. Itu sebabnya, pekerjaan ini harus dilakukan dengan transparan hingga semua pihak dan pemangku kepentingan dapat memberikan kontribusi bersama,” tulis dalam pernyataan resmi Liga Primer.

Pandangan pihak Liga Inggris, beberapa proposal individu dalam Project Big Picture bisa memberikan hal negatif pada dunia sepak bola Inggris. Padahal, mereeka sudah berkerja keras untuk menemukan solusi dalam hal pendanaan karena pandemi Covid-19.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Berita Bola