Connect with us

Berita Bola

Mengingat kembali Kiprah terakhir Timnas Indonesia Di Kualifikasi Liga Dunia

Pada kualifikasi Piala Dunia zona Asia setelah delapan tahun absen Timnas Indonesia akan kembali berkiprah. Timnas Indonesia akan memulai perjuangannya dengan tampil pada putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 dan akan bergabung bersama di grup G. Yang akan menjadi lawan timnas Indonesia adalah Malaysia, Thailand, Vietnam dan Uni Emirat Arab yang akan menjadi lawan timnas Indonesia pada babak kedua.


Timnas Indonesia terakhir kali bertanding pada kualifikasi Piala Dunia adalah untuk edisi 2014. Pada saat itu, pasukan merah putih berhasil maju dari babak kedua sampai babak ketiga. Sedangkan untuk edisi 2022, setiap tim yang sudah mulai grouping dan akan main dalam delapan laga pada fase grup putaran kedua pada kualifikasi. Pada kualifikasi untuk edisi 2014, permainan yang berjalan setiap tim hanya boleh memainkan dua leg dengan lawannya masing-masing yang sudah ditentukan lewat tahap drawing. Pemain yang telah berhasil membuat kalah Turkmenistan yaitu Cristian Gonzales bersama dengan cs nya dengan hasil 5-4 pada kualifikasi putaran kedua untuk maju ke putaran yang ketiga. Diraihnya gol berkat hasil imbang yaitu dengan skor 1-1 pada laga tandang dan kemengangan 4-3 pada laga kandang.


Pada babak ketiga timnas Indonesia, sayang seribu saying Indonesia mengalami kekalahan dengan hanya menjadi juru kunci Grup E yang berisi Iran, Qtar, dan Bahrain. Tidak hanya menjadi juru kunci, pasukan merah putih tidak hanya mendapatkan satu poin pun karena sudah menelan sebanyak enam kali kekalahan. Yang paling membuat mimpi birik, Indonesia harus menelan kekalahan yang telak dengan hasil skor 0-10 dari tuan rumah Bahrain. Hal yang diperparah dengan kebenaran fakta bahwa pemain naturalisasi Irfan bachdim Cs hanya menghasilkan tiga gol saja dan kebobolan sebanyak enam gol bola.

Dengan hasil yang diperoleh pasti itu sebuah hal yang memalukan, lantaran hal tersebut tidak terlepas dari adanya konflik kompetisi Indonesia Super league (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI). Yang pada saat itu pemain dari ISL dilarang klubnya untuk mempertahankan kekuatan timnas Indonesia sehingga menyebabkan pasukan Garuda diperkuat oleh mayoritas dari pesepak bola dari LIPI. Lalu, pada kualifikasi Piala Dunia edisi 2018, Indonesia tidak hadir sebab sedang tengah menjalani sanski yang diberikan dari FIFA pada tahun 2015. Dengan adanya permasalah yang ada tentu pesepak bolaan Indonesia menjadi lebih banyak belajar mengenai berbagai permasalahan yang menimpanya masa lalu. Dan sang Garuda tentunya akan semakin berkiprah di dunia persepakbolaan dengan banyak latihan dan kerja keras serta kerjasama dari berbagai pihak yang mendukung untuk kejayaan sepak bola di tingkat dunia.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Berita Bola