Connect with us

Berita Bola

Laporta Ingin Guardiola Kembali

Laporta Ingin Guardiola Kembali

Bekas presiden Barcelona Joan Laporta mengatakan bahwa dirinya berharap untuk membawa kembali Pep Guardiola ke klub saat ia bersiap untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden klub tahun depan.

Laporta sebelumnya bertugas di Camp Nou dari 2003-2010, periode di mana Barca memulai kebangkitan mereka menuju dinasti yang dipimpin Guardiola.

Itu selama masa jabatan Guardiola sebagai manajer 2008-2012 bahwa Barcelona dapat dikatakan mengumpulkan tim yang paling dominan, mengklaim La Liga tiga kali dan Liga Champions dua kali sebagai bagian dari total jarak 14 piala utama.

Piala tersebut, yang juga mencakup dua Copa del Rey dan dua mahkota Piala Dunia Klub, menyegel Guardiola sebagai ikon Barcelona bahkan setelah ia meninggalkan klub pada 2012.

Guardiola meneruskan prestasinya untuk membawa kesuksesan di tempat lain, memimpin Bayern Munich untuk tiga gelar Bundesliga beruntun dan Manchester City untuk dua kemenangan memecahkan rekor Liga Premier.

Laporta yang awalnya mempekerjakan Guardiola, yang terkenal di depan Jose Mourinho, selama waktunya sebagai presiden.

Dan sekarang ketika dia bersiap untuk mencoba merebut kembali peran itu, kandidat presiden itu mengatakan adalah tujuannya untuk membawa Guardiola kembali.

Laporta Ingin Kembalikan Guardiola Ke Barcelona

“Saya sedang berusaha memperkenalkan diri sebagai kandidat presiden,” kata Laporta.

“Saya pernah menjadi presiden sebelumnya dan saya senang bisa kembali. Situasi pada tahun 2021 akan sangat dramatis dan kita harus membalikkannya. Saya bekerja dengan orang-orang yang saya percayai.

“Saya sangat ingin Guardiola kembali, tetapi sekarang dia di City dan itu adalah keputusan yang harus diambil Pep. Dia adalah patokan bagi Barcelona dan banyak Catalan ingin dia melatih Barca lagi.”

“Pada saat yang tepat, saya akan berbicara kepada orang yang kami pikir harus menjadi pelatih Barca mulai 2021.”

Ikon Barcelona lainnya sering dikaitkan dengan posisi manajerial, karena Xavi sering dikabarkan menjadi pelatih yang sedang menunggu klub.

Mantan rekan setim Xavi, Bojan Krkic baru-baru ini mengatakan bahwa ia percaya gelandang tengah dan Barca “ditakdirkan” untuk satu sama lain, dan Laporta mengatakan bahwa itu tergantung pada bos Al Sadd saat ini untuk memutuskan kapan harus pulang.

“Xavi sudah menjadi Pelatih, dia hidup dari sepakbola dan dialah yang harus memutuskan dimana momennya,” ucap Laporta.

“Pada tahun 2021 masih akan ada pemain yang menjadi rekan satu tim Xavi, dan dia harus berpikir jika dia siap untuk memimpin mantan rekan satu timnya, dan itu bukan hal yang mudah.”

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Berita Bola