Connect with us

Berita Bola

Jose Mourinho Cemburu Pada Pep Guardiola dan Jurgen Klopp

TERBIT.COM – Mantan pelatih yang pernah menangani Manchster United dan Real Madrid, Jose Mourinho mengaku bahwa dirinya iri pada Jurgen Klopp dan juga Pep Guardiola.

Jose Mourinho yang hingga saat ini masih belum memiliki klub asuhan, menetapkan syarat yang cukup jelas untuk klub yang akan meminangnya pada musim mendatang. Bagi lelaki berkelahiran Portugal, 26 January 1963 ini, sosok Jurgen Klopp dan Pep Guardiola merupakan sosok yang cukup jelas untuk dijadikan standar kondisi sebagai manager sebuah klub.

“Saya mau pergi ke sebuah klub yang mempunya kondisi seperti yang ada di klub Jurgen Klopp dan juga Pep Guardiola. Karena jika kalian melihat The Refs, berapa banyak dari mereka yang telah ada ketika Klopp datang? Hanya beberapa saja,” ucap pria berumur 53 tahun ini.

“Ketika Jurgen Klopp tidak memenangkan apapun di 3,5 tahun pertamanya, ia masih memiliki kepercayaan, ia juga masih memiliki keyakinan. Ia ada di kondisi yang mendorong dirinya untuk tetap mencoba,” ucap Jose Mourinho dalam wawancaranya bersama dengan BEIN Sports.

Kondisi yang sama juga di alami oleh Pep Guardiola di Manchester City.

“Ketika Pep Guardiola tidak senang dengan kondisi yang full back, naka kemudian ia langsung dapat membeli 4 bek yang ia sukai di musim berikutnya. Kemudian saat Pep Guardiola memboyong Claudio Bravo dan tidak senang juga dengan Claudio Bravo, maka kemudian di musim berikutnya ia dapat merekrut Ederson,” tutur mantan pelatih Real Madrid ini menjelaskan.

Jose Mourinho merasa bahwa dirinya diperlakukan dengan sangat tidak adil sebagai seorang pelatih, sebab ada beberapa hal yang terlalu dikaitkan oleh diri Jose Mourinho, termasuk dalam cara bermain yang lebih cenderung bertahan.

“Ketika orang mengingat pertandingan Inter Milan bermain di Barcelona dengan 10 pemain, maka orang yang menonton bukan mengatakan pertunjukan bertahan yang hebat, tetapi strategi parkir bus,” ujar mantan manager Chelsea musim 2013-2015 ini.

“saat saya berada di Chelsea dan berhasil menjadi juara, kami bukan tim yang terbaik di Inggris (diatas kertas). Karena seorang manager harus bisa menjadi ahli strategi daripada mempertimbangkan filosofi. Kemudian ketika Anthonio Conte mengantar Chelsea menjadijuara, mereka juga memainkan serangan balik. Tetapi karna itu bukanlah saya, maka hal itu tidak di ingat,” ungkap Jose Mourinho.

Sebab itu Jose Mourinho telah menetapkan hati bahwa ia akan mengupas secara tuntas situasi di tim baru yang akan ia latih sebelum memutuskan untuk tanda tangan kontrak.

“Sata tak akan mulai obrolan tanpa mengetahui secara jelas apa yang tim itu inginkan dan juga tentang persyaratan serta tujuan tim itu,” jelas Mourinho mengakhiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Berita Bola