Connect with us

Berita Bola

Jadi Pahlawan, ini dia Profil Divock Origi

TERBIT.COM – Liverpool telah sukses keluar sebagai peraih gelar juara dalam kompetisi Liga Champions musim 2018-2019 usai mereka mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 tanpa balas. Dalam pertandingan tersebut peran Divock Origi sangatlah penting karena ia menjadi pahlawan bagi Liverpool untuk mengunci kemenangannya.

Divock Origi dalam pertandingan final Liga Champions yang mempertemukan Liverpool dan Tottenham Hotspur memiliki peran yang sangat penting. Ia juga menjadi salah satu pemain yang tampil dengan bersinar dalam pertandingan final tersebut.

Diturunkan sebagai pemain pengganti, Divock Origi pun sukses mencetak gol kedua bagi Liverpool yang sekaligus mengunci kemenangan The Reds atas Tottenham Hotspur dalam pertandingan tersebut. Kemenangan tersebut juga memupuskan harapan yang dimiliki oleh Tottenham Hotspur untuk dapat memenangi trofi Liga Champions musim ini.

Sepakan datar yang dilesakkan Divock Origi yang diarahkan menuju pojok kanan bawah gawang The Lilywhites tersebut pun sukses membuat Liverpool memimpin 2-0 ketika waktu pertandingan tersisa 3 menit lagi pada waktu normal.

Karena sumbangsihnya pada pertandingan final Liga Champions terhadap Liverpool sangat berarti, berikut ini adalah profil dari Divock Origi sang pahlawan dalam pertandingan tersebut.

Divock Origi merupakan anak dari pesepak bola asal Kenya, Michael “Mike” Origi. Dirinya dilahirkan di Oostende, Belgia, pada 18 April 1995. Secara kebetulan, ayah dari Divock Origi ternyata memiliki hubungan kerabat dengan mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Hal tersebut dikarenakan mereka juga berasal dari kelompok entis Luo di Kenya.

Ingin mengikuti jejak sang ayah yang sukses bersama KRC Genk, Divock Origi pun memutuskan untuk memulai langkahnya dengan bergabung bersama akademi pemain muda tim Belgia ketika dirinya berusia sembilan tahun.

Divock Origi juga tercatat pernah mengasah kemampuan sepak bolanya bersama dengan akademi Genk hingga tahun 2010. Setelah itu dirinya berhasil mengembangkan kariernya dengan bergabung bersama tim muda Lille.

Keputusan Divock Origi untuk bergabung bersama Lille pun harus membuat Manchester United gigit jari. Lantaran Si Setan Merah sudah mengincar pemain muda berbakat tersebut sejak dia berusia 15 tahun.

Meskipun demikian, dalam wawancaranya dengan Bundesliga, Divock Origi mengaku bahwa keputusannya menolak tawaran Manchester United tidak didasari oleh sentimen apapun. Origi lebih memilih bergabung dengan Lille terlebih dahulu karena ingin mengikuti jejak para pemain jebolan klub tersebut seperti Eden Hazard, Gervinho, hingga Joe Cole.

Ia memiliki mimpi untuk dapat bermain pada Premiere League. Impiannya tersebut berhasil terwujud, namun bukan bersama Manchester United, melainkan bersama Liverpool pada tahun 2014. Perjalanannya bersama Liverpool berlangsung dengan gemilang.

Perjalanan Origi pada musim ini pun ditutup dengan manis berkat gol ke gawang Tottenham Hotspur yang membuatnya mencicipi trofi mayor untuk pertama kali dalam kariernya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Berita Bola