Connect with us

Berita Bola

Exco PSSI Minta Kejadian Pengusiran Ratu TIsha Dilupakan Saja

TERBIT.COM – Ada kejadian menarik dalam laga final Piala Indonesia leg kedua yang digelar di Stadion Andy Mattalatta, dimana dalam pertandingan tersebut Ratu Tisha selaku Sekjen dari PSSI juga turut hadir menyaksikan jalannya pertandingan,. Akan tetapi saat beliau memasuki tribune hampir seluruh supporter yang hadir di stadion meneriaki Ratu Tisha untuk meninggalkan stadion. Berkaitan dengan pengusiran yang dilakukan terhadap sekjen PSSI tersebut, Komite Eksekutif (Exco) PSSI meminta pada semua pihak untuk melupakan kejadian tersebut.

Dalam laga PSM Makassar kontra Persija Jakarta yang dihelat pada hari Selasa 6 Agustus 2019, sekjen PSSI Ratu Tisha mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan, saat itu Tisha hadir sebagai salah satu perwakilan dari PSSI untuk menyaksikan laga final Piala Indonesia leg kedua secara langsung, akan tetapi kehadiran Tisha rupanya tak diingkan oleh para suporter PSM Makassar, maka dari itu saat Tisha hadir di tribune VIP Utama Tisha sempat mendapatkan pengusiran, akan tetapi kendati demikian, Tisha Kemudian tetap masih bisa melihat pertunjukan dari tribune VVIP.

Salah satu rekan Tisha dari pihak PSSI, Rerizal memberikan tanggapan mengenai kejadian tidak menyenangkan tersebut, akan tetapi Exco PSSI tersebut memberikan respon santainya, ia mengatakan kepada seluruh pihak untuk sebaiknya melupkaan kejadian tidak mengenakan itu.

“Sudah menjadi juara indah ada semuanya. Tadi kan pas usir sebelum juara, sekarang sudah juara,” kata Refrizal kepada awak media.

Akan tetapi Refrizal juga menegaskan bahwa dirinya juga menyesalkan kejadian tersebutm ia menilai bahwa insiden demikian tidak seharunya terjadi.

“Memang kita perlu pendewasaan suporter. Kita ini pertandingan bukan permusuhan, ini sepakbola, olahraga mencari kompetisi yang terbaik. Memang sekarang belum yang terbaik tapi kami ingin, saya bercita-cita itu jauh dari madia, jauh dari segala macam. Dengan demikian suporter kita semakin tertib dan martabat,” dia menjelaskan.

“Tak dilarang berteriak namanya sepakbola. Kita kan bukan nonton bioskop, kita nonton bola, kita support timnya, yang tak boleh musuhan, tawuran, tak membenarkan itu terjadi. Kalau itu terjadi PSSI jadi sanksi dan kita kena dampaknya semua.”

Kemenpora, melalui Sekretarisnya Gatot S Dewa Broto, sempat memberikan tanggapan juga mengenai kejadian tersebut, beliau menghimbau agar PSSI bisa memetik hikmah dari kejadian tersebut, dengan demikian seharusnya PSSI kedepan lebih bisa merangkul para supporter, akan tetapi mengenai pendapat dari Gatot tersebut, Refrizal menyangah bahwa seharusnya yang membina supporter adalah klub masing-masing.


“Suporter yang membina klubnya masing-masing. Dimana-mana seperti itu. Nah, PSSI menyiapkan sarananya itu bisa tapi yang membina klub. Adakanlah segala macam imbauan, segala macam, agar suporter, supaya superter kita lebih bermartabat. Semua orang ingin menang tapi dengan cara bermartabat,” ujar Refrizal.
“Artinya, tetap kami meminta klub membina suporternya, bekerja sama dengan aparat. Sekali lagi selamat buat PSM,” demikian dia.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Berita Bola