Connect with us

Berita Bola

Berita PSSI Terbaru: Joko Driyono Lakukan Pembelaan Dalam Sidang Kasus Perusakan Barang Bukti

TERBIT.COM – Sidang perusakan barang bukti terkait pengaturan skor yang diduga di lakukan oleh ketua umum PSSI, Joko Driyono kembali digelar di Pengadilan  Negeri Jakarta Selatan pada hari Kamis, 20 Juni 2019. Dalam agenda siding kali ini yaitu mendengar keterangan dari pria yang diakrab di sapa Jokdri.

Dalam siding yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Kartim Haeruddin, Jokdri melakukan pembelaan, diantranya pada saat Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor PT Liga Indonesia pada bulan Februari lalu. Joko Driyono menyebutkan bahwa dirinya hanya mengetahui kedatangan Satgas Antimafia Bola tersebut sebagai penyelidikian terkait perkara tidak pidana pengaturan skor yang dilaporkan oleh Manajer Peribara Banjarnegara, Laksmi Indrayani ke kepolisian.

“Karena saya pribadi selaku Plt Ketua Umum PSSI, juga dimintai keterangan oleh Satgas Antimafia Bola tentang struktur dan kinerja organisasi di PSSI. Hal tersebut terkait salah satu anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Dwi Irianto dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara Persibara Banjarnegara,” ujar Joko Driyono.

Saat Satgas Antimafia Bola mendatangi kantor PT Liga Indonesia, Jokdri menghubungi direktur Persija Jakarta, Kokoh Afiat yang juga pernah menjadi direksi PT Liga Indonesia untuk menemui tim khusus bentukan dari Polri Republik Indonesia tersebut.

“Saya pun meminta Pak Kokoh untuk datang ke kantor Liga Indonesia agar melayani Satgas dengan sebaik-baiknya. Tetapi kemudian saya tidak mengetahui apakah Pak Kokoh datang ke Kantor PT Liga Imdonesia atau tidak, karena setelah itu komunikasi terputus, sementara saya sedang berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) dalam acara AFC,” urai Joko Driyono.

Pengakuan Joko Driyono

Dalam siding tersebut, Joko Driyono mengakui bahwa dia telah menyuruh sopir pribadinya, Muhammad Mardani Morgot untuk masuk ke kantor PT Liga Indonesia, padahal saat itu Satgas Antimafia Bola memasang garis polisi di lokasi tersebut.

“Yang pertama, dengan informasi yang terbatas yang saya peroleh, saya sama sekali tidak mengetahui bahwa yang diberi police line adalah pintu Kantor PT Liga Indonesia. Yang ada di benak saya adalah pintu ruangan administrasi Komdis PSSI dan ruang rapat. Mengingat saat penggeledahan terhadap ruangan Komite Wasit PSSI yang berkantor di salah satu ruangan di kantor Gelora Trisula Dewata (GTS) di Menara Rajawali, yang disegel hanya ruangan yang ditempati Komite Wasit.”

“Begitu pula di dalam benak saya terhadap kedatangan Satgas Antimafia Bola ke kantor PT Liga Indonesia, di situ  terdapat 11 ruangan dengan tiga institusi yang aktif berkantor, yakni Persija Jakarta, kantor EO Football, dan ruangan Komdis PSSI,” terangnya.

Joko Driyono juga menyebutkan bahwa dirinya hanya menyuruh Dani untuk mengemas beberapa barang pribadinya yang terkait dengan posisinya sebagai wakil Presiden Asean Football Federation (AFF) dan jabatan lainnya.

“Saya hanya perintahkan untuk ke ruangan kerja pribadi saya untuk mengambil barang-barang pribadi dan alat kerja milik saya. Karena di ruangan itu saya bekerja dalam kapasitas saya bukan sebagai pimpinan PSSI, tetapi sebagai Wakil Presiden AFF dan anggota Komite Adhoc di AFC,” jelas pria asal Ngawi tersebut.

Menjawab pertanyaan manjelis mengenai mengapa dirinya meminta supirnya untuk mengambil rekaman yang tersimpan di decoder CCTV di Kantor Liga Indonesia, dia mengatakan bahwa dia memasang CCTV tersebut sejak 6 tahun lalu. Dikarenakan kemampuan memori menyimpan CCTV tersebut hanya lima hari kerja dengan begitu saat ia mendengar Satgas Antimafia Bola mendatangi kantor dia meminta Dani untuk mematikan CCTV dan mengambil decoder untuk keperluan terdakwa agar dapat melihat aktivitas dalam 5 haril ke belakan sebelum kedatangan Satgas Antimafia Bola.

Sidang Akan Terus Berjalan

Saat permintaan barang bukti di muka persidangan, terungkap nbahwa dari 73 item barang milik pribadi Jokdri yang sempat di sita ternyata hanya 3 item yang dijadikan sebagai alat bukti sementara untuk 70 item lagi telah dikembalikan setelah dilakukan verifikasi.

“Tadi juga terungkap dari tiga item barang tersebut, yakni dua buah handphone dan satu flashdisk, yang ternyata ketiga item bukti barang milik Joko Driyono itu sama sekali tidak digunakan sebagai alat bukti di perkara Persibara Banjarnegara yang kini sedang disidangkan di PN Banjarnegara, Jawa Tengah,” tutur tim penasihat hukum Joko Driyono, Mustofa Abidin.

Sidang akan dilanjutkan lagi pada hari Kamis 27 Juni 2019 dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Sebelumnya Jokdri didakwa dengan pasal berlapis diantaranya pasal 363, pasal 231, pasal 235, pasal 232 dan pasal 221 KUHP.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Berita Bola