Connect with us

Basket

Reaksi LeBron James dan Michael Jordan Pada Anti Rasisme

George Floyd

Basket – LeBron James kembali menyuarakan kecaman pada polisi terkait meninggalnya pria berkulit hitam yakni George Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat pada minggu yang lalu. LeBron dari Instagram miliknya menuliskan pada postingannya kritikan pada kepolisian di Minneapolis sehubungan dengan jalannya hukum pada kematian Floyd.

Postingan pertama dari pemain Los Angeles Lakers tersebut adalah foto anggota polisi yang menekan leher Floyd dengan lututnya, disampingnya ada foto mantan pemain NFL yakni Colin Kaepernick yang tengah berlutut dan menjadi viral tahun-tahun lalu.

“Ini adalah penyebabnya, apakah kalian saat ini sudah mengerti? Atau masih belum sampai pada pikiran kalian? #StayWoke,” tulis LeBron.

Foto itu mempunyai makna jika LeBron ingin publik AS paham dengan apa yang diperjuangkan Kaepernick di NFL 2016 lalu. Saat itu, Kaepernick masih bersama San Francisco 49ers harus berlutut ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat dimainkan. Tindakan Kaepernick merupakan bentuk protes kekerasan pada publik kulit hitam di AS. Sejak protes itu, tidak ada klub NFL yang mau membeli Kaepernick.

LeBron James

Postingan berikutnya adalah fotonya dirinya memakai kaus ‘I Can’t Breath’ atau ‘Saya tidak dapat bernapas’ ketika melakukan latihan pada laga NBA. Kaus tersebut dipakai LeBron di tahun 2014 sebagai protes pada meninggalnya pria kulit hitam yang bernama Eric Garner karena tindakan polisi bernama Daniel Pantaleo. Saat itu, Garner meninggal dicekik Pantaleo sampai tidak dapat bernafas.

LeBron begitu keras memberikan suara kritikan pada kepolisian dan pemerintah AS. Mantan pemain Miami Heat dan Cleveland Cavaliers tersebut tidak peduli dengan sanksi atau isu sosial yang dikenakan padanya. Sebelumnya, LeBron juga berkomentar pada penembakan pemuda kulit hitam yakni Trayvon Martin dan Michael Brown, juga Garner di bulan Juli 2014.

Sebelum kasus Floyd, LeBron juga menyerukan kecaman pada penembakan pemuda kulit hitam Ahmaud Arbery yang meninggal padahal dia sedang jogging di Brunswick, Georgia, Februari 2020 yang lalu. LeBron ingin hukum yang adil pada keluarga Arbery diberikan.

Tindakan LeBron menjadikannnya sebagai atlet yang tangguh melebihi Michael Jordan, setidaknya dalam hal isu sosial, khususnya memperjuangkan ketidakadilan pada masyarakat kulit hitam. LeBron tidak begitu peduli dengan kritikan masyarakat, penggemar, atau sponsor yang hilang karena tindakannya.

michael jordan

Michael Jordan sendiri merupakan legenda basket dunia yang sempat mendapatkan kritikan karena sikap politiknya. Di tahun 1990 lalu, Jordan tidak memberi dukungan pada Harvey Gantt yang menjadi lawan politikus kulit putih Jesse Helms memperebutkan posisi Senator North Carolina.

Gantt adalah politikus kulit hitam dari Partai Demokrat, mengharapkan Jordan mendukungnya. Tapi, Jordan menolak walau sudah diminta sang ibu, Deloris. Jordan beralasan karena tidak ingin merusak kerja samanya dengan Nike.

“Banyak kalangan dari Partai Republik yang juga mengenakan sepatu tersebut,” papar Jordan saat itu.

Sikap Jordan jelas menjadikan dikecam. Mantan pemain Chicago Bulls tersebut dinilai tidak memiliki kepedulian pada kekerasan untuk kulit hitam, khususnya Helms yang merupakan sosok rasial.

Pada film dokumenter ‘The Last Dance’, Michael Jordan mengakui jika memang pernah mengatakan hal tersebut. Dia mengakui jika dirinya saat itu tidak ingin memiliki masalah. Menjadi atlet, dia ingin memiliki karier yang baik dan tidak ingin terlibat masalah politik.

Berita Bola

Berita Menarik Lainnya

More in Basket