Connect with us

Basket

Eks Direktur Operasional LA Lakers Bantah Tuduhan Penganiayaan

TERBIT.COM – Dunia NBA baru-baru ini dikejutkan dengan pemberitaan yang menyeret nama mantan Direktur Operasional Los Angeles Lakers, Magic Johnson. Dirinya dikabarkan telah melakukan tindak penganiayaan terhadap karyawannya ketika masih menjabar sebagai Direktur Operasional di klub tersebut.

Dilansir oleh TERBIT.COM dari Reuters, saat ini terdapat beberapa laporan keluhan dari karyawan dan mantan karyawan yang bekerja untuk Los Angeles Lakers. Keluhan tersebut dilaporkan terkait dengan tindakan dari eks Direktur Operasional LA Lakers, Magic Johnson yang diangkat oleh media setempat.

Di dalam laporan keluhan beberapa karyaman dan mantan karyawannya itu disebutkan bahwa mantan Direktur Operasional Magic Johnson serta Manajer Umum Los Angeles Lakers Rob Pelinka telah membuat atmosfer kerja yang tidak mensejahterakan para karyawannya sejak mereka bergabung dengan LA Lakers pada dua musim lalu.

Mengetahui pemberitaan yang beredar tersebut, pemain legendaris ajang NBA tersebut pun langsung menanggapi pemberitaan tersebut dengan memberikan bantahan dengan tegas. Magic Johnson mengaku bahwa dirinya tidak mungkin melakukan tindakan-tindakan kejam ataupun penganiayaan lainnya baik yang dilakukannya secara verbal maupun non-verbal kepada beberapa karyawannya ketika dirinya masih menjabar sebagai Direktur Operasional.

Magic Johnson juga mengatakan jika Jeanie Buss, pemilik LA Lakers tidak akan membiarkan dirinya begitu saja jika memang benar ia memperlakukan karyawannya dengan kejam. Menurutnya jika hal tersebut benar adanya, Jeanie Buss pasti sudah memanggilnya. Selain itu Kepala Bagian Keuangan Lakers, Joe McCormack juga akan memanggilnya. Tak hanya itu tim Hukum Lakers pun akan langsung menindak lanjuti hal tersebut. Namun hal tersebut tidak pernah terjadi.

Lebih lanjut Magic Johnson menambahkan jika dirinya merupakan seseorang yang dapat merangkul semua karyawannya dan memuji mereka semua. Ia juga mengklaim tak pernah melakukan tindak penganiayaan kepada karyawannya dan memastikan hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Menurutnya hal tersebut bukanlah cara kerja yang dimiliki olehnya.

Adanya beberapa laporan mengenai keluhan karyawan tersebut, diduga akibat dari budaya kerja yang dimiliki oleh Magic Johnson yang dikabarkan kerap menciptakan keputusan secara sepihak. Misalnya adalah pemecatan yang dilakukannya terhadap beberapa karyawan olehnya. Hal tersebut juga diduga menjadi dalang dari hadirnya laporan keluhan dari beberapa karyawan dan mantan karyawannya tersebut.

Menurutnya memang ada banyak karyawan LA Lakers yang tidak suka ketika ia mintai pertanggungjawabannya. Namun hal tersebut merupakan pekerjaan yang harus dilakukan olehnya. Terkait dengan pemecatan sendiri, menurutnya pemecatan harus dilakukan karena Lakers harus membawa perubahan dan menjadi tim yang lebih baik dari sebelumnya.

Magic Johnson mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Operasional Los Angeles Lakers pada April 2019 lalu. Keputusan tersebut dikabarkan karena Magic Johnson sudah tidak memiliki lagi otoritas penuh untuk membuat keputusan sehingga ia memilih untuk meninggalkan jabatannya tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Title

Must See

    More in Basket